https://www.franchise-waralaba.com – Spesial Untuk Anda; Kisah Waralaba D’Besto , dari “ZERO” sampai jadi “JAGO.”


Memulai bisnis dengan sangat ter-tatih, sepertinya cocok untuk menggambarkan kisah waralaba D’Besto ini. Bagaimana tidak? Sang pemiliknya yakni Hj. Evalinda beserta sang suami Setyajid benar-benar merintis bisnis ini dari bawah dengan penuh jeri-payah.


Kendati keduanya merupakan jebolan IPB (Institut Pertanian Bogor) dengan bergelar Dokter Hewan, namun insting bisnis mereka dapat dikatakan sangat tajam.


Sebelum berhasil dengan bisnis waralaba D’Besto ini, mereka pun sempat merasakan berjualan keliling Jakarta dengan menjajakan kue.


Cerita itu memang menjadi kisah awal dari keberhasilan mereka pada hari ini, dan hal tersebut tidak terlepas dari yang namanya Usaha dan Doa. Maka dari itu, guna mengetahui kisah sukses waralaba D’Besto, kami akan menyajikannya untuk anda di sini.
 

Waralaba D’Besto, dari “ZERO,” jadi “JAGO”

Pertemuan Setyajid sebagai seorang suami berasal dari Bojonegoro. Ia datang ke kota Bogor untuk menekuni pendidikan di kampus ternama (re: IPB). Di sanalah Ia kemudian bertemu partner bisnis sekaligus istrinya sekarang, yakni Evalinda Amir.


Evalinda sendiri merupakan wanita yang berasal dari Sumatera Barat bagian dalam, yang berjarak sekitar 125 Kilometer dari Padang. Nama tempat kelahirannya sendiri ialah Desa Ampanggadang, Talago, Kecamatan Gubuk, dan berada di kawasan utara Kabupaten Limapuluh Kota.
Kedua pasangan itu pun memulai sebuah ide bisnis untuk membuka waralaba D’Besto,

dengan menyajikan menu makanan berupa ayam krispi dan burger. Gagasan mereka itu membuahkan hasil yang terbilang sukses, pasalnya sekarang hampir sekitar 12.000 ayam mereka potong per harinya.


Ayam tersebut pun didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan outlet waralaba D’Besto yang tercatat sudah tersebar sebanyak 165 cabang di wilayah Jawa Barat, Jakarta, Banten, Sumatera Barat, serta Riau. Mereka juga tengah mengembangkan usahanya di wilayah lani, semisal; Lampung, Sumatera Utara, dan Jambi.
 
 

Jatuh-bangun, Hinga Suksesnya Bisnis Waralaba D’besto

 
 
Dengan melihat dari data di atas, sebenarnya apa sih rahasia mereka dalam mencapai kesuksesannya?


Eva Amir selaku pemilik waralaba D’Besto menuturkan bahwa harga sukses yang didapat oleh mereka sekarang tidak datang dengan mudah. Melainkan adalah buah dari perjuangan yang susah dan cukup melelahkan.


Mereka yang lulus dari IPB pada tahun 1989 ini ternyata pernah juga membuka usaha pada bidang kuliner yang sama. Nama kafe KuFC pun mereka pilih sebagai merek bisnisnya, lalu menu ayam goreng favorit orang barat pun menjadi menu andalan di sana.

baca juga


    Dengan usaha mereka yang cukup keras, KuFC pun berhasil menemui perkembangan karena telah berhasil membuka 8 cabang di wilayah Jakarta. Sayangnya, usaha mereka itu harus menemui kebangkrutan sebab krisis ekonomi yang melanda Indonesia di tahun 1998 akibat dari jatuhnya Soeharto sebagai seorang Presiden kala itu.


    Eva pun mengatakan bahwa hal di atas merupakan cobaan yang luar biasa baginya. Bila Ia tidak memiliki mental sekuat baja mungkin saja bisa jadi putus asa dalam menjalani hidupnya.


    Berkat kekuatan yang mereka miliki, lantas kata untuk tidak menyerah pun hadir di benak kedua pasangan istri tersebut. Mereka mulai membanting setir dengan mencoba menjual kue, dan dipasarkan ke beberapa kedai minuman di Jakarta. Waktu malam mereka jadikan sebagai jam kerja, orang tua mereka pun turut membantu bisnisnya.


    Sebagai hasil dari kerja keras mereka, peminat dari kue tersebut pun kian hari kian bertambah. Setidaknya, dari situ mereka bisa bernafas dengan lega untuk sementara waktu. Sampai…
     

    Ide Jago Waralaba D’besto

     
    Keberhasilan dalam bidang kuliner dan menjual kue, tidak membuat mereka puas diri sebagai seorang pengusaha. Akhirnya mereka mencoba bangkit kembali dengan usaha ayam goreng jagoannya, kali ini nama D’Besto yang menjadi pilihannya.


    D’Besto sendiri memiliki arti kata Bagus, dengan demikian bisa jadi mereka menyelipkan doanya dalam nama mereknya yang jago itu, karena sekarang usahanya itu telah berhasil menghasilkan rezeki yang Bagus pula bagi mereka.


    Salah satu buktinya ialah perusahaan bernama PT. Setyanda Duta Makmur, yang mereka pimpin saat ini. Berdasarkan keterangan mereka, perusahaan tadi dibuat khsusus untuk menancapkan bisnis waralaba D’Besto di berbagai wilayah yang ada di muka bumi ini.


    Dengan total 165 cabang yang tersebar, waralaba D’Besto pun telah mempekerjakan karyawan sekitar 1.000 orang.  Tentu angka tersebut tidak sedikit bukan?

    baca juga


      Hal lain yang patut dijagokan dari bisnis waralaba D’Besto ialah keuntungan yang didapat oleh mereka sebagai pelaku bisnis, tidak dinikmati sendiri. Mereka pun kerap membantu berbagai lembaga pendidikan berbasis keagamaan, membangun rumah untuk Tahfiz Quran, sampai pada membantu beasiswa bagi para mahasiswa IPB yang berstatus Dhuafa.


      Di kala para pebisnis kuliner berbondong-bondong menancapkan bisnisnya di Kota Besar, maka bisnis waralaba D’Besto ala mereka sudah merayap sampai ke wilayah pelosok Indonesia. Kegigihan, Kerja Keras, dan Doa dari kedua orang tua mereka menjadikan D’Besto Chicken and Burger semakin Jago dalam membuat kalangan muda yang berada di Negara Kita jatuh cinta pada mereka
       

      Demikianlah kisah waralaba D’Besto yang penuh perjuangan. Bila anda tertarik untuk membuka waralaba mereka, sebaiknya anda menyiapkan Budget senilai Rp400 juta untuk mengurusi segala kebutuhannya. Harga itu tentu sesuai dengan kesuksesan yang telah mereka raih, bukan?

      You May Also Like