franchise-waralaba.com – ada pepatah mengatakan bahwa kesuksesan dalam hal apapun termasuk berbisnis merupakan hasil  percampuran dari 1% bakat dan 99% kerja keras.

Meskipun begitu tidak banyak orang yang bisa menghidupi pepatah ini karena menyerah terhadap halangan yang muncul.

Padahal banyak contoh seorang pengusaha yang bisa mencapai kesuksesan meskipun tidak memiliki pengetahuan yang memadai dalam berbisnis.

Hj. Zaenab berhasil menjadi contoh seorang pengusaha wanita sukses setelah sebelumnya hanya menjadi seorang penjual keliling antar kampung.

Tidak hanya sekedar sukses membangun usaha, ia juga berhasil menggerakan kaum perempuan di daerahnya untuk memiliki mindset entrepreneur yang ulet dan tidak pantang menyerah.

Menjadi Tukang Sembako Keliling

Ibu Hj. Zaenab tidak pernah menyangka akan menjadi seorang pengusaha dengan omzet ratusan juta.

Bekerja sebagai penjual sembako keliling di Dusun Tapon, Kabupaten Lombok Tengah,  Ia hanya mendapat omzet seadanya yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pada suatu hari Ibu Hj. Zaenab tiba-tiba tersentak ketika melewati hamparan ladang jagung dan rumput laut di jalan yang biasa ia lalui untuk berjualan.

Bu Zaenab seketika menyadari bahwa potensi jagung dan rumput laut yang ada di Lombok belum dimanfaatkan dengan baik.

Karena selama ini Ibu Zaenab biasa hanya menjajakan sayuran mentah ketika berkeliling kampung, ia berpikir bagaimana cara untuk mengolah jagung agar memiliki nilai tambah.

bac ajuga

Di Nusa Tenggara Barat, Jagung lazimnya dijadikan sebagai makanan pokok pengganti nasi atau biasa dijadikan bubur.

Karena olahan bubur sudah lama dikenal oleh masyarakat Lombok, Bu Zaenab mendapat ide untuk menjadikan penganan dari bahan baku jagung yang dapat bertahan lama.

Bu Zaenab memutuskan untuk mengolah jagung menjadi sebuah penganan keripik yang populer dengan nama tortilla.

Tidak hanya membuat keripik tortilla, Ibu Zaenab juga berhasil membuat penganan dodol dari rumput laut.

Meski harus bersaing dengan pabrik pembuat dodol, Ibu Zaenab yakin buatannya lebih gurih dibandingkan dengan buatan pabrik.

Akhirnya Ibu Zaenab memberanikan diri untuk menjual produknya secara kelliling seperti ia berjualan biasa.

UKM Tapona Food dari NTB

Karena akhirnya terbukti disukai oleh para langganannya, produk keripik tortilla dan dodol rumput laut buatan Ibu Zaenab menjadi tersohor hingga menjadi salah satu oleh-oleh kesukaan turis.

Ibu Zaenab akhirnya mematenkan makanannya dengan nama Tapona Food dan telah lulus sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia setempat.

Usaha Ibu Zaenab juga semakin terbantu dengan datangnya bantuan dari lembaga bantuan kerjasama Jerman GIZ yang mengajarinya strategi-strategi pemasaran.

baca juga

    Mendirikan Koperasi Putri Rinjani

    Setelah berhasil mengembangkan usahanya dan mendirikan Usaha Dagang dengan nama Azhari, Ibu Zaenab tergerak untuk membantu ibu-ibu yang ada di desa-desa di Lombok Timur.

    Kebanyakan ibu-ibu di Lombok Timur ini hanya mengurus anak karena mayoritas suami mereka adalah pekerja migran di negara lain.

    Menjadikan Usaha Dagang milliknya sebagai sponsor dan penjamin, Ibu Zaenab mengumpulkan sekitar 200 ibu-ibu untuk mendirikan sebuah koperasi yang bernama Putri Rinjani.

    Putri Rinjani sendiri diambil dari nama Gunung Rinjani yang merupakan ikon dari Provinsi Nusa Tenggara Barat.

    Dengan jaringan pemasok yang dimilikinya, Ibu Zaenab menyediakan bahan baku untuk keripik tortilla dan dodol rumput laut bagi koperasi Ibu-Ibu seorang diri.

    Setelah selesai diproduksi, Ibu Zaenab akan kembali menadahi keripik tortilla dan dodol rumput laut buatan ibu-ibu koperasi seharga 20 ribu Rupiah per kilogram.

    Tidak hanya membeli kembali keripik buatan para ibu-ibu yang diberdayakan, Ibu Zaenab juga menyiapkan upah sebesar 750 Ribu Rupiah setiap bulannya.

    Komitmen Ibu Zaenab untuk memberdayakan para ibu di daerahnya diapresiasi oleh Pemerintah melalui Kementerian Perikanan dan Kelautan dengan menjadikannya sebagai kepala Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan.

    baca juga

      Kejayaan Bersama

      Didukung oleh Ibu-ibu yang tergabung ke dalam Koperasi Putri Rinjani, UD Azhari bentukan Ibu Zaenab terus mencapai kemajuan yang dinikmati bersama.

      Setiap bulannya UD Azhari mampu mengapalkan setidaknya 500 kilogram keripik jagung setiap bulannya untuk pelanggan dari Sumatera maupun Jawa yang sudah menunggu.

      Karena cocok di lidah pelanggan, mereka tidak segan-segan untuk mempromosikan produk keripik jagung buatan Ibu Zaenab baik secara tatap muka maupun dengan media sosial.

      Salah satu testimoni pembeli keripik Tortilla Ibu Zaenab bahkan sampai membuat pembeli asal Afrika Selatan berkeinginan memesan hingga 10 ton, meski tidak disanggupi oleh Ibu Zaenab.

      Pada tahun 2020 nanti, Ibu Zaenab akan membuka toko UMKM keripik jagung dan dodol rumput laut pertamanya yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika yang akan menjadi pusat wisata halal di Indonesia tengah.

      baca juga

      Menggondol Berbagai Penghargaan

      Berkat prestasinya, tentu bukan yang aneh apabila Ibu Zaenab mendapat banyak penghargaan baik dari instansi pemerintah maupun dari lembagai swadaya masyarakat.

      Selain dari Kementerian Perikanan dan Kelautan yang sudah disebutkan di atas, Ibu Zaenab juga mendapat penghargaan Tastura Award dan Kader Penggerak UMKM terbaik dari bupati Lombok Tengah masing-masing pada tahun 2014 dan 2017.

      Sementara Kementerian Perindustrian yang diwakili oleh Menperin kala itu, Airlangga Hartanto juga memberikan penghargaan kepada Koperasi Putri Rinjani bentukan Ibu Zaenab sebagai Penggalang Gugus Kendali Mutu terbaik pada tahun 2017.

      Ibu Zaenab berharap melalui penghargaan-penghargaan ini, ia dapat menularkan semangat memberdayakan ibu-ibu alias gerakan berjamaah ini hingga ke seluruh Nusa Tenggara Barat.

      Dengan adanya perluasan gerakan berjamaah ini, ia berharap dapat berkontribusi untuk menghidupkan perekonomian kaum ibu-ibu di Nusa Tenggara Barat yang sempat terpukul karena gempa setahun yang lalu.

      You May Also Like