https://www.franchisewaralaba.com – Di zaman serba instan ini, banyak bisnis lokal jadul yang masih berdiri dengan kokohnya. Tentu bukan perkara mudah mempertahankan eksistensi sebuah bisnis hingga berpuluh-puluh tahun lamanya di tengah gempuran kemajuan teknologi dan perkembangan zaman yang turut mengubah selera dan minat masyarakat. Salah satu produk perusahaan lokal yang mampu bertahan dengan kokoh tersebut adalah Sirup Sarang Sari.

Sarang Sari yang identik dengan kemasan botol hijau (mirip botol bir) dan berlabel  gambar penari perempuan Bali berwarna oranye sudah banyak dikenal hingga hampir delapan puluh tahun. Sarang Sari memiliki empat jenis rasa manis yaitu frambozen, manalagi, pisang ambon, dan vanili. Yang menjadikan Sarang Sari istimewa dan disukai banyak orang adalah rasa manisnya yang terbuat dari gula batu asli.

Sirup Sarang Sari memiliki sejarah yang panjang. Berawal dari perusahaan Belanda bernama NV Conservenbedrijf de Friesche Boerin yang didirikan pada 1934 oleh De Wed Bijlsma. Perusahaan milik pengusaha dari Groningen Belanda tersebut terletak di Jalan Cikini Raya 77, Jakarta.  Kemudian, dalam rangka menasionalisasi perusahaan asing oleh Presiden Soekarno pada 1959, perusahaan itu diambil alih oleh keluarga Gunawan. Dari pengalihan kepemilikan tersebut, merk dagang De Friesche Boerin berubah namanya menjadi Sarang Sari, dan lambang pada kemasan yang awalnya bergambar lelaki Belanda pun berubah dengan gambar penari perempuan Bali.

Pengalihan perusahaan tidak berhenti saat itu saja. Perusahaan Sarang Sari kemudian dijual kepada Rahmat Semedi pada 1981. Ketika itu, produk sirup instan siap minum, sedang naik daun, dan pesaingnya pun tidak begitu ketat karena hanya ada empat merk dagang besar yaitu Marjan, ABC, Bango, dan Sarang Sari. Pesatnya perkembangan turut disertai dengan peningkatan jumlah produksi hingga satu juta per tahun, menyebabkan pabrik Sarang Sari berpindah ke Cimanggis Depok.

Namun, namanya bisnis, pasti akan mengalami pasang surut. Sarang Sari mulai mengalami masa surut pada 1990an dengan munculnya banyak pesaing produk minuman berkarbonat dan jus yang dikemas dalam tetrapack. Dari jumlah produksi satu juta botol per tahun, kini semakin merosot hingga hanya 240.000 botol per tahun, dan penurunaan jumlah karyawan dari 100 lebih karyawan, menjadi hanya 80 karyawan.

Namun, keberadaan sirup Sarang Sari semakin lama semakin sulit ditemukan dan langka saat ini. Padahal, masih banyak orang yang mencari Sarang Sari, meski kebanyakan dari mereka adalah orang yang hidup dan lahir dari tahun 1960an hingga 1990an. Hal ini sangat disayangkan karena tidak ada inovasi maupun upaya untuk membangkitkan kembali perusahaan lokal yang sempat melegenda di masanya.

Kelebihan Product Sirup Sarang Sari

Sebenarnya, sirup Sarang Sari memiliki banyak kelebihan yang unggul daripada produk minuman lain. Kelebihan-kelebihan tersebut yaitu:

  1. Rasa dominan manis. Seperti sirup jadul lainnya, rasa manis adalah rasa yang dijagokan, tidak terkecuali Sarang Sari. Namun, rasa manis sirup Sarang Sari memiliki keunikan karena perpaduan bahan-bahan yang digunakan dan pengolahannya.
  2. Terbuat dari gula batu asli. Sarang Sari berbeda dengan produk minuman zaman sekarang yang mengandung karbonat dan gula buatan yang bisa menyebabkan batuk dan masalah kesehatan lainnya. Sarang Sari dibuat dengan gula batu asli, sehingga aman dikonsumsi dari anak kecil hingga orang tua.
  3. Varian rasa yang sangat lokal. Sarang Sari hingga sekarang masih mempertahankan rasa manis dari bahan lokal, yaitu vanili (vanilla), frambozen, manalagi, dan pisang ambon. Meski pernah mencoba rasa bluberi, namun yang disukai konsumen Sarang Sari adalah keempat rasa tersebut. Rasa yang berasal dari buah manis tersebut, termasuk dalam rasa yang jarang sekali ada di produk minuman saat ini. Karena rasa-rasa itu pula banyak orang yang menggemari Sarang Sari karena rasa yang tidak biasa dan memorable.
  4. Unsur jadul yang masih dipertahankan. Sejak diproduksi kali pertama hingga saat ini, Sarang Sari masih bertahan dengan kemasan botol hijau dan label oranye bertuliskan Limonadestroop. Hal ini membuat siapa saja bisa bernostalgia hanya dengan melihat kemasannya.

Dari keunggulan-keunggulannya yang khas tersebut, sebenarnya Sarang Sari bisa berkembang mengikuti zaman. Hadi Semedi, pewaris perusahaan Sarang Sari saat ini mengaku merasa kesulitan ketika mengikuti harga gula yang selalu naik setiap tahun. Harga sirup Sarang Sari dari pabrik Rp 24.000 menjadi Rp 27.000 (pada 2011, dan semakin meningkat tiap tahun) juga relatif mahal dibandingkan dengan harga sirup dan produk minuman lainnya. Hal tersebut menyebabkan kondisi bisnis Sarang Sari semakin suram, hingga pernah tidak berproduksi sampai tiga bulan karena minimnya tingkat penjualan.

Bagaimana caranya Sarang Sari bisa bertahan di tengah bisnis produk minuman yang semakin banyak dan beragam saat ini?

Sebenarnya banyak hal yang bisa dilakukan oleh perusahaan Sarang Sari untuk bangkit dan menyusul ketertinggalan. Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh perusahaan Sarang Sari adalah melakukan kajian kondisi pasar, membenahi strategi pemasaran, strategi penyajian produk, hingga melakukan inovasi-inovasi baru yang kreatif.

Perubahan Pasar Yang Tidak Terduga

Kondisi pasar dari tahun ke tahun selalu mengalami perubahan. Hal ini disebabkan oleh minat masyarakat yang berkembang dan berubah. Perubahan minat dan selera masyarakat juga bisa dipengaruhi oleh kualitas produk, maraknya iklan, hingga kemudahan memperoleh produk. Karena itu, kajian kondisi pasar sangat penting dilakukan secara rutin dan tidak di satu tempat saja. Hasilnya bisa menjadi dasar bagi sebuah perusahaan untuk menentukan strategi-strategi baru yang bisa mengembangkan dan meningkatkan eksistensinya.

Strategi pemasaran banyak macamnya. Namun, untuk menentukan strategi yang tepat bisa dilakukan dengan analisis dari kajian kondisi pasar atau konsultasi dengan pakar bisnis sejenis. Hal tersebut sangat mampu meningkatkan penjualan dan produksi, seperti mengubah sasaran pasar, menggunakan brand ambassador yang berpengaruh besar, mengadakan kegiatan sosial, hingga penentuan harga yang tidak sama untuk setiap daerah.

Penyajian produk yang mempertahankan kesan jadul, memang menarik. Namun, kemasan yang beragam bentuk dan ukuran bisa menarik midat sekaligus memudahkan konsumen. Tidak semua orang menyukai kemasan kaca yang berat, atau kemasan dengan ukuran besar. Beberapa produk minuman saat ini banyak yang tersaji dalam kemasan kecil, sedang, hingga besar.

Keragaman ini bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan daya beli masyarakat. Bahkan, banyak produk minuman yang yang menyajikan produknya dengan kemasan yang berbeda-beda dalam kurun waktu tertentu karena adanya perayaan atau peringatan hari istimewa. Masih banyak ide pengemasan lainnya, yang bisa dimunculkan berdasarkan hasil kajian pasar.

Inovasi Product Yang Harus Di lakukan

Inovasi-inovasi kreatif lainnya? Lebih banyak lagi. Mulai dari varian rasa, macam-macam harga, sistem pembatasan produksi dengan sengaja untuk menarik minat konsumen, jual beli secara online, bekerja sama dengan perusahaan besar, hingga distribusi ke pasar di luar Indonesia bisa menjadi inovasi kreatif yang bisa dilakukan oleh bisnis lokal seperti Sarang Sari.

baca juga

    Tentu saja, segala pilihan kembali lagi pada pebisnis untuk menentukan kemajuan dan perkembangan produknya. Namun, rasanya tidak ada pebisnis yang ingin bisnisnya tenggelam atau bahkan lenyap ditindas zaman. Untuk itu, bagi Anda para pebisnis lama atau pebisnis baru, jangan pernah menyerah untuk mengembangkan usaha Anda, karena sebuah bisnis pasti mengalami pasang dan surut. Pasang dan surut itulah yang bisa membentuk perusahaan Anda.



    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You May Also Like