https://www.franchise-waralaba.com – Email merupakan cara berkomunikasi dengan teknologi digital pertama sejak penemuan internet.

Bahkan pengoperasian email pertama justru sudah terjadi sejak tahun 1960 atau jauh sebelum internet berkembang dan digunakan orang banyak.

Meski sudah banyak bermunculan aplikasi komunikasi yang lebih ringkas, nyatanya email masih dimanfaatkan hingga kini khususnya untuk keperluan bisnis.

Salah satu pemakaian email yang lumrah dalam dunia perbisnisan adalah email marketing.

Sebagai alat pemasaran, kelebihan email yang tidak dimiliki oleh aplikasi pesan lain adalah gratis alias tidak ada biaya pengiriman dan jumlah pesan yang tidak dibatasi.

Oleh karena itulah, email masih menjadi andalan untuk memasarkan bisnis khususnya dengan teknik copywriting

Signifikansi Email Marketing

Dampak besar yang berhasil dibuktikan oleh teknik email marketing sebagai alat pemasaran sempat menjadi objek penelitian dari Radical Group.

Menurut hasil dari penelitian grup ini, aktivitas berkomunikasi dengan menggunakan email masih digunakan oleh lebih dari 34% seluruh orang di dunia.

Meskipun bukan merupakan hal baru, jumlah pengguna email justru diprediksi akan meningkat sebesar 300 juta orang pada tahun-tahun mendatang.

Dari 2,5 Milyar orang tersebut diketahui ada lalu lintas pengiriman emaill yang mencapai hingga 200 milyar pengiriman pesan setiap harinya.

Dengan memperhatikan data ini, dapat diperlihatkan bahwa signifikansi penggunaan email marketing amat besar jika dilihat dari jumlah pengguna.

Medium email juga memiliki kelebihan dalam hal fleksibilitas konten yang dipasarkan.

Pelaku bisnis dapat memanfaatkan email untuk memberikan penawaran, membagikan konten hingga sekedar mengucapkan selamat untuk hari spesial.

Pada akhirnya penggunaan email marketing memiliki tingkat customer engagement yang lebih baik dibandingkan dengan metode pemasaran lain.

Tahap-tahap membangun sebuah Email Marketing

Mengirim pesan melalui email hampir dapat dilakukan oleh semua orang, namun melakukan aktivitas email marketing tidak sama dengan membuat email biasa.

Kebanyakan email termasuk email marketing merupakan email yang sifatnya adalah personal sehingga anda perlu untk melakukan persuasi terlebih dahulu.

Untuk itu, tahap pertama yang bisa anda lakukan untuk melakukan email marketing adalah dengan mengirimkan permintaan persuasi ke daftar kontak anda dahulu.

Para penyedia email biasanya selalu memberikan fasilitas spam yang mengarahkan email yang dianggap tidak penting untuk dibuang.

Untuk itu para pebisnis yang ingin menggunakan email marketing sebaiknya memilih kata-kata dengan tepat untuk menghindari terdeteksi sebagai spam.

Untuk memperluas jangkauan Email Marketing anda, sangat mutlak hukumnya anda untuk menggunakan tools.

Tools atau peralatan ini berfungsi untuk membantu anda melakukan fungsi-fungsi dasar dari Email marketing seperti pengiriman pesan secara massal (Blasting) hingga pembuatan halaman pembuka yang efektif.

Tahap ketiga dalam membangun Email Marketing yang efektif adalah dengan membuat satu Lead Generator alias umpan pembaca.

Lead Generator merupakan suatu konten yang berfungsi untuk membangun interaksi yang produktif antara pelaku bisnis dengan target konsumen yang dituju.

Lead Generator dapat berupa satu artikel, ebook gratis, atau bahkan dapat berupa sampel produk gratis dengan imbalan untuk meminta berlangganan (Subscribe).

Ada beberapa hal yang harus dipenuhi untuk dapat menciptakan sebuah Lead Generator yang Berkualitas.

Hal pertama yang harus anda perhatikan adalah pastikan tata bahasa yang anda gunakan bersifat natural.

Pada sekarang ini banyak sekali Lead Generator yang menyisipkan pesan-pesan personal seperti motivasi dengan sebuah nama di dalamnya.

Intinya anda harus sudah bisa membangun keintiman dengan calon klien yang ditarget oleh Lead Generator anda.

Selain natural, tentu saja pesan yang anda sampaikan juga tidak boleh bertele-tele.

baca juga

    Belajar Menggunakan Email Marketing

     Setelah anda mendalami tahap-tahap untuk membangun email marketing dengan kaidah yang baku, anda sebetulnya sudah siap untuk melakukan pemasaran perdana anda.

    Namun untuk melengkapi ilmu anda secara mendalam mengenai Email Marketing, masih banyak hal yang perlu dipelajari oleh anda.

    Salah satu hal terpenting yang perlu anda lakukan untuk membuat email marketing yang sangat efektif adalah dengan menentukan strategi email anda terlebih dahulu.

    Faktor yang dapat menentukan strategi email anda dapat meliputi waktu terefektif pengiriman pesan hingga sajian konten yang akan anda sajikan.

    Misalnya dalam rencana satu mingguan anda, anda dapat memutuskan untuk mengirim email secara agresif (setiap hari atau dua hari sekali) atau secara perlahan

    Trik kedua yang bisa anda pelajari adalah bagaimana caranya untuk melakukan segmentasi konsumen.

    Segmentasi konsumen dapat anda lakukan dengan memetakan kluster-kluster identitas seperti jenis kelamin, kelompok umur, hingga ketertarikan akan topik tertentu.

    Trik ketiga adalah bagaimana caranya memelihara hubungan dengan konsumen.

    Untuk dapat melakukan hal ini anda perlu pandai-pandai untuk memilih mana target konsumen yang anda lakukan marketing ulang atau tidak.

    Salah satu hal yang bisa anda tawarkan agar calon pelanggan dapat kembali mengenal brand anda antara lain dengan promosi.

    Anda bisa menggunakan momen hari-hari spesial seperti akhir tahun atau hari-hari raya untuk memberikan penawaran menarik bagi klien.

    Mengevaluasi Keefektifan Email Marketing

    Anda sudah menjalankan periode pertama email marketing anda dan sudah mendapatkan hasil yang signifikan atau belum sama sekali.

    Untuk melakukan perbaikan di kesempatan lain, penting bagi anda untuk mengevaluasi dan mengukur seberapa baik email marketing anda.

    Ada beberapa istilah-istilah indikator yang bisa anda perhatikan seperti Open Rate, Bounce Rate, dan Convertion Rate.

    Open Rate adalah istilah untuk menggambarkan seberapa banyak target konsumen yang membuka email yang anda kirimkan.

    Besar tidaknya rata-rata open rate ini dapat ditentukan dan dievaluasi dari kepala pesan yang anda kirim.

    baca juga

      Indikator kedua adalah Bounce Rate atau tingkat keterbacaan email anda.

      Ada kebiasaan orang yang tidak selalu membaca sebuah tulisan hingga selesai dimana kebiasaan inilah yang diukur dengan Bounce Rate.

      Anda dapat mengevaluasi Bounce Rate ini dari konten keseluruhan pesan yang anda kirim.

      Dan indikator ketiga adalah Convertion Rate atau tingkat konversi dari penerima email menjadi pelanggan tetap.

      Anda bisa mengevaluasi tingkat Convertion Rate ini secara berkala, apakah email marketing yang anda kirimkan relevan dengan kebutuhan calon konsumen-konsumen anda.

      Dengan memperhatikan hal-hal di atas, Anda dapat menghasilkan sebuah email marketing yang dapat mempengaruhi tingkat permainan anda dengan kompetitor.

      You May Also Like