Menguasai bahasa asing adalah salah satu kompetensi yang saat ini mesti dimiliki. Untuk bisa berbahasa asing, tentunya diperlukan latihan dan pembelajaran yang teratur.

Jika Anda adalah orangtua tentu anda akan merasa sangat senang dan bangga jika anak Anda sudah bisa berbahasa asing sejak masih kecil.

Agar anak bisa fasih berbahasa asing orang tua bisa memotivasi anak untuk belajar bahasa sejak dini dengan mengikuti kursus bahasa asing maupun dengan pembelajaran lainnya.

Para peneliti juga percaya bahwa anak yang belajar bahasa asing lebih dini akan lebih dapat menguasai bahasa tersebut ketika dewasa dengan lebih mudah.

Meski demikian, mungkin orang tua merasa kebingungan harus mengajarkan bahasa asing pada usia berapa. Tentunya hal ini bisa merujuk dari berbagai hal yang terkait dengan tumbuh kembang anak.

Dengan mengetahui tahapan tumbuh kembang anak orang tua dapat mengetahui kapan anak dapat memulai kursus bahasa Inggris anak maupun kursus bahasa inggris dewasa bahasa lainnya atau mempelajarinya secara otodidak.

Usia terbaik anak untuk mulai belajar bahasa asing


Mungkin saat ini tidak banyak orang yang mengetahui bahwa mengajarkan bahasa asing pada anak di usia balita akan sangat membantunya menguasai bahasa tersebut saat dewasa.

Anak-anak yang mempelajari bahasa asing sejak usia 3 atau 4 tahun atau diawal-awal masa perkembangannya diketahui memiliki kemampuan yang lebih baik dalam berbahasa asing.

Mungkin juga sebagian orang akan berpikir bahwa mengajarkan bahasa asing pada usia tersebut sepertinya terlalu dini karena anak bahkan belum lancar berbicara dalam bahasa ibu. 


Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti dari universitas Harvard menyatakan bahwa kemampuan anak seperti kreativitas, fleksibilitas dan pemikiran kritis pada usia 3 atau 4 tahun dapat membantu mempelajari bahasa asing dengan lebih baik.

Para peneliti menyebutkan bahwa 50% dari kemampuan belajar akan dimiliki pada 4 tahun pertama dan 30% saat ia sudah berusia 8 tahun.

Studi lainnya juga menyebutkan bahwa anak-anak yang belajar bahasa asing sejak usia balita memiliki kemampuan pengucapan dan kosakata yang lebih banyak. Biasanya anak-anak balita akan belajar bahasa asing dengan metode bermain maupun bernyanyi.

Manfaat belajar bahasa asing untuk anak sejak dini


Ada banyak manfaat belajar bahasa asing untuk anak sejak dini. Dengan manfaat ini para orangtua dapat memotivasi anak untuk belajar bahkan sejak usia prasekolah.

Beberapa manfaat belajar bahasa asing sejak usia dini diantaranya meningkatkan kemampuan kognitif, pemikiran kritis, dan kreativitas.

Belajar bahasa asing saat usia dini juga akan memudahkan anak untuk menguasai bahasa tersebut ketimbang mempelajarinya di usia remaja.

Selain itu, anak-anak yang belajar dua bahasa atau lebih sejak kecil juga memiliki kemampuan mengingat atau memori yang lebih baik. Mereka yang dapat belajar bahasa asing sebagai bahasa kedua juga memiliki kepercayaan diri yang lebih.

Jadi, tak ada salahnya jika anak diberikan motivasi untuk belajar bahasa kedua seperti kursus bahasa Inggris sejak dini.


Sebuah hipotesis periode kritis yang dicetuskan oleh Lenneberg menyebutkan bahwa anak akan lebih mudah belajar bahasa kedua di usia tertentu yakni antara usia dua tahun hingga masa remaja awal.

Lenneberg juga menyebutkan bahwa saat dewasa, seseorang akan kehilangan suatu bagian pada otaknya yakni area Broca. Hilangnya plastisitas pada area tersebut membuat orang dewasa kesulitan saat belajar bahasa baru.

Hal yang dapat mempengaruhi pembelajaran bahasa asing anak


Jika anak mulai belajar bahasa asing sejak usia dini ia akan lebih baik dalam menguasai bahasa asing tersebut saat remaja maupun dewasa.

Penelitian yang dilakukan oleh Laboratorium bahasa dan perkembangan anak dari Dartmouth College menyebutkan bahwa jika anak sudah memasuki usia remaja ia akan lebih sulit mempelajari bahasa asing karena perubahan struktur pada otaknya.

Meskipun tidak selalu benar tapi kenyataannya anak yang belajar bahasa asing sejak usia 2 sampai 5 tahun akan memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan mereka yang baru belajar di usia remaja.


Selain usia, faktor lainnya juga bisa mempengaruhi proses belajar bahasa asing anak diantaranya metode pembelajaran yang tepat, lingkungan dimana anak tinggal serta waktu.

Saat belajar bahasa asing sebagai bahasa kedua anak tentunya membutuhkan waktu dan orangtua tidak perlu terburu-buru jika ingin anaknya menguasai bahasa tersebut. Ada baiknya jika para orang tua tetap bersabar dan memberikan dukungan untuk anak termasuk saat ia mengalami kesulitan saat belajar.

Bagaimana jika anak dibesarkan dalam keluarga dengan dua bahasa?

Para peneliti dalam bidang bahasa juga percaya bahwa anak-anak akan lebih banyak dan lebih baik belajar bahasa asing dalam keluarga dibandingkan di dalam kelas. Keluarga dengan dua bahasa biasanya akan mengajarkan anak-anaknya bahasa ibu dari kedua orang tuanya.

Anak-anak yang belajar dua bahasa secara bersamaan ternyata juga memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang menguasai bahasa ibu terlebih dahulu baru menguasai bahasa lainnya.

Memberikan kursus bahasa Inggris untuk anak juga bisa jadi pilihan yang tepat jika anak tumbuh dalam keluarga bilingual dimana bahasa Inggris menjadi salah satu bahasa orangtua.

baca juga

Masalah yang kerap muncul saat anak belajar bahasa asing di usia dini.


Meskipun belajar bahasa asing sangat baik dilakukan untuk anak usia dini, orang tua kadang kerap memaksa sang anak untuk belajar lebih keras.

Bahkan terdapat beberapa kasus dimana orang tua lebih mengajarkan bahasa asing sebagai bahasa utama dibandingkan bahasa ibu.

Hal ini tentu akan berpengaruh buruk pada perkembangan dan kemampuan bahasa anak. Agar lebih lancar berbahasa asing biasanya orang tua akan menyuruh anak untuk belajar bahasa lebih lama dibandingkan belajar hal-hal lain.

Oleh sebab itu, sebaiknya orangtua tidak terlalu memaksakan anak untuk belajar bahasa asing dan membiarkannya untuk belajar dengan sendirinya dan dengan cara yang menyenangkan. 


Selain itu, terkadang saat belajar dua bahasa disaat yang sama, anak juga akan sering mencampur kosa kata dalam dua bahasa tersebut atau yang dikenal dengan istilah code switching atau code mixing.

Meski masalah ini kerap muncul, Anda tidak perlu khawatir karena masalah ini adalah hal yang biasa dan merupakan tanda bahwa anak belajar dengan baik serta memiliki kemampuan untuk belajar dua bahasa bahkan lebih.

Sebagaimana studi yang dilakukan oleh Byers-Heinlein pada tahun 2013 yang menyatakan bahwa orang dewasa yang bicara dua bahasa atau bilingual juga kerap melakukan code mixing tersebut. 


Tidak peduli apakah anak dibesarkan dalam keluarga dengan dua bahasa atau tidak, Anda bisa memotivasi anak dan memberinya kesempatan untuk belajar. Anda juga tidak harus lancar berbahasa asing seperti anak Anda.

Sebelum mengajarkan bahasa asing pada anak atau memberikan kursus bahasa Inggris untuk anak, tentu Anda harus memperhatikan berbagai hal agar anak dapat belajar dengan maksimal.

Orangtua bisa membantu anak belajar bahasa asing dengan sering berbicara dengannya atau berlatih dengan bahasa tersebut.

Perlu diketahui, berdasarkan penelitian jika anak belajar bahasa asing sejak kecil dan bahasa asing tersebut adalah bahasa minoritas yang jarang digunakan di lingkungannya, maka kemampuan bahasa asing tersebut lambat lain bisa menghilang.

Jadi, pastikan ia mendapat metode belajar dan kesempatan untuk menggunakan bahasa yang dipelajarinya tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like