Berkaca dari beragam kasus waralaba yang akhirnya memutuskan untuk menyerah, menjadi latar belakang lahirnya pengamat bisnis. Salah satu kasus yang terjadi adalah kebangkrutan 7-Eleven.

Tidak hanya sampai di situ, beberapa perusahaan asing lainnya turut menyusul seperti Jack in the Box, Subway, dan Arby’s.

Dikutip dari majalahfranchise.com, harga sewa tempat usaha yang melejit tinggi menjadi alasan kenapa bisnis tersebut akhirnya menyerah.

Selanjutnya, Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia, Samsul Hidayat, menyatakan bahwa kebangkrutan 7-Eleven adalah bagian dari resiko bisnis yang pasti dihadapi oleh setiap perseroan.

Faktor Pemicu Kebangkrutan Bisnis Waralaba

Beban biaya seperti biaya fasilitas dan biaya sewa menjadi faktor utama yang menyebabkan kebangkrutan bisnis waralaba.

Fitch Rating Indonesia menyatakan bahwa biaya operasional yang tinggi dan biaya sewa yang melejit membuat mereka terpaksa harus menutup gerainya.

Kenapa biaya sewanya tergolong tinggi? Ini karena 7-Eleven membutuhkan lokasi bisnis yang besar, termasuk halaman ruko dan ruko tempat berjalannya usaha.

Tingginya sewa ruko yang diberlakukan kepada 7-Eleven juga dilatarbelakangi oleh pemilihan area usaha yang berada di pusat kota.

Fitch Ratings juga menyebutkan bahwa kenaikan harga sewa ruko sekelas Modern Internasional mengalami peningkatan sebesar 28% di tahun 2016.

Jumlah ini tercatat setelah adanya petupan gerai disepanjang tahun 2015 hingga 2016.

Antisipasi

Antisipasi merupakan faktor yang mampu mencegah terjadinya kebangkrutan waralaba.

Dalam mengantisipasi hal tersebut, terdapat biaya-biaya yang mesti diperhitungkan beserta target penjualanan dalam bisnis waralaba.

Contoh kasus ini dapat dilihat dari langkah yang dilakukan oleh Laundry Zone.

Laundry Zone memilih lokasi gerai yang beralamat di seputaran Kelapa Gading.

Dalam menjalani bisnisnya di wilayah tersebut, Laundry Zone berhasil menuntaskan biaya sewa tempat bisnis yang dipatok sebesar Rp.80 Juta per tahunnya.

Laundry Zone tetap bertahan di lokasi yang sama meskipun terjadinya kenaikan nilai sewa.

Nilai sewa tempat setelah mengalami kenaikan adalah sebesar Rp.120 Juta per tahunnya.

Padahal, saat itu Laundry Zone memilki kesempatan untuk memilih pindah lokasi.

Akhirnya, Laundry Zone memutuskan untuk berpindah lokasi ketika harga sewa mengalami kenaikan menjadi Rp.150 Juta per tahunnya.

Sebelumnya, mereka sudah mengkaji ulang tentang kesanggupan mereka dalam menanggulangi kenaikan biaya sewa tempat berjalannya bisnis.

Ketika kenaikan harga sewa dirasa menjadi penghambat kemajuan usaha bahkan menutup laba bisnis, mereka memilih untuk menindak lanujutinya dengan mengambil langkah baru.

Tidak hanya Laundry Zone, taktik bisnis lainnya juga diberlakukan oleh bisnis-bisnis yang dijalankan melalui gerai.

Beragam bisnis gerai makanan seperti bagel, sandwich, kopi, dan pastry berusaha untuk mengantisipasi angka operasional yang semakin mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

Beberapa di antaranya memutuskan untuk menaikkan harga menu seperti yang dilakukan oleh KFC dan McD.

baca juga

Editor’s Choices

1000 Ide Bisnis UKM Modal Kecil

Daftar 600 Bisnis Franchise

800 Jenis usaha yang menjanjikan Dengan Modal Kecil

Panduan Bisnis Franchise

500 Master Franchise

Apakah Ini Adalah Waktunya Untuk Menyerah?

Bolehkah pebisnis waralaba memutuskan untuk melambaikan bendera putih?

Waktunya menyerah adalah pilihan ketika bisnis mengalami kebuntuan dan keputusasaan atas biaya operasional yang semakin melambung tinggi.

Sebelumnya, bisnis waralaba boleh menyerah jika tidak menemukan lokasi yang tepat, tidak adanya kesempatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan, dan tidak mendapatkan strategi bisnis terbaru.

baca juga

    Apakah faktor kenaikan harga sewa bisnis menjadi satu-satunya penghambat kemajuan bisnis hingga memutuskan untuk menyerah?

    Tentu saja tidak. Seperti apa yang dialami 7-Eleven, sebenarnya mereka tidak terpaku pada kenaikan harga sewa.

    Akan tetapi, mereka mendapati faktor lainnya sebagai penghambat untuk melangkah maju hingga akhirnya memutuskan untuk berdeklarasi waktunya menyerah.

    error: Content is protected !!