https://www.franchisewaralaba.com – Menjadi seorang Biliuner dari seorang gelandangan bukanlah hal yang lazim terjadi.

Selain diperlukan ketekunan, putaran nasib yang memihak juga bisa menjadi penentu nasib seseorang bisa berubah 180 derajat.

John Paul Dejoria, pria berkewarganegaraan Amerika keturunan Italia-Yunani ini berhasil mengubah masa lalunya sebagai gelandangan tak berpunya menjadi pemillik bisnis dengan kekayaan 3,1 miliar Dollar Amerika Serikat.

Kekayaan tersebut berhasil ia raih dari bisnisnya di bidang perawatan rambut dan minuman keras Tequilla yang berhasil mencapai pendapatan total 2 miliar Dolar dalam setahun.

Dengan kekayaannya, John Paul Dejoria secara rutin memberi sumbangan kepada 160 lembaga amal di seluruh dunia untuk mengenang masa lalunya yang amat sukar.

Masa Kecil yang Kelam

John Paul Dejoria lahir pada tanggal 13 April tahun 1944 dari ayah yang berasal dari Italia dan Ibu yang berasal dari Yunani.

Ia sudah harus merasakan beratnya kehidupan sejak kecil ketika ayahnya menceraikan ibunya ketika John berusia 2 tahun.

Bersama dengan adiknya, ia seringkali hanya bisa makan makanan yang tersisa di kulkas hingga bergantian menahan lapar bersama dengan adiknya.

John bahkan sudah harus mencari uang sendiri pada umur 9 tahun ketika Ibunya mengatakan ia sudah tidak bisa membiayai kehidupannya lagi.

Berbagai barang mulai dari kartu natal, surat kabar, hingga ensiklopedia dijual oleh John demi bisa menafkahi keluarganya dan kebutuhannya bersekolah.

Keadaan sulit pada masa kecil kala itu telah berhasil membentuk pola pikir John untuk tidak mengharapkan “makan siang gratis”.

Selain itu ia mengaku jadi menyukai segala hal tentang mencari uang dan menjadi bosan apabila tidak melakukannya.

Keberuntungan nampaknya semakin menjauhi John ketika ibunya memutuskan menyerah untuk mengurusnya dan mengirimnya ke sebuah panti asuhan di Los Angeles.

John Paul DeJoria, Dari Gelandangan Mengubah Nasib menjadi Pebisnis Rambut Sukses

Meski dibuang ke panti asuhan, John tidak pernah terpikir sekalipun untuk membenci ibunya.

Ia bahkan mengingat bahwa Ibunyalah yang mengajarinya untuk selalu merasa cukup dalam keadaan apapun.

Selepas keluar dari panti asuhan, John kemudian melanjutkan hidup dengan menjadi tenaga kebersiihan di salah satu kapal perang milik Angkatan Laut Amerika Serikat.

Hanya bertahan dua tahun di sana, John kemudian mengambil berbagai pekerjaan untuk bisa bertahan hidup mulai menjadi penyapu jalan, tenaga kebersihan di sekolah, hingga mencoba hidup sebagai agen asuransi.

Perkenalan dengan Industri Perawatan Rambut

Awal mula perkenalan John Paul dengan industri perawatan rambut terjadi pada tahun 1980 ketika ia diajak oleh teman kerjanya dari angkatan laut, John Capra bekerja di Redken.

Di sinilah karirnya justru berkembang pesat ketika ia dipercaya untuk memegang dua divisi penting di Redken yaitu jaringan salon dan pusat pengembangan dan membawahi 6 orang karyawan.

Melesatnya karir John justru membuatnya dipecat lantaran seniornya berupaya mencari celah untuik dapat dikeluarkan.

baca juga

Dipecat secara tidak adil, John seolah memantapkan langkahnya di industri rambut dengan bekerja di Fermodyl sebagai manajer.

Meski telah berkontribusi besar dengan menaikkan penjualan Fermodyl hingga 50%, ia kembali dipecat lantaran sang pemilik menganggap karirnya terlalu cemerlang.

Lelah dengan pengalaman dipecat, John akhirnya membuat keputusan untuk mendirikan sendiri merek perawatan rambutnya.

Dengan bantuan temannya yang seorang penata rambut, Paul Mitchell, mereka berdua mendirikan John Paul Mitchell Systems yang fokus pada produk perawatan rambut instan.

Masa-masa pendirian John Paul Mitchell merupakan masa yang teramat sulit bagi mereka berdua.

Mereka harus kehilangan investor sekaligus pemodal terbesar mereka ketika uang mereka sudah habis untuk membiayai pendirian bisnis.

Demi bisa memuluskan bisnisnya, John rela untuk tinggal di mobilnya karena diusir oleh istrinya dari rumah.

Perjuangan tidak berhenti sampai di situ, John dan Paul Mitchell harus melakukan penjualan dari pintu ke pintu selama dua tahun lamanya.

Mereka akhirnya berhasil merengkuh manisnya perjuangan setelah berhasil mencatatkan penjualan hingga 100 juta Dolar Amerika Serikat.

Sayangnya ditengah kesuksesan tersebut, John ditinggalkan oleh Paul Mitchell yang wafat akibat kanker.

John sendiri sempat terpukul dengan meninggalnya Paul lantaran ia sudah menganggapnya sebagai saudara baik dalam hal bisnis maupun secara emosional.

Hingga kini selain mengendalikan John Paul Mitchell, John juga memiliki bisnis penyulingan Tequilla di Meksiko dan 10 bisnis lainnya di bidang yang berbeda-beda termasuk bisnis pertanian jahe yang juga ia dirikan bersama dengan almarhum Paul.

bac ajuga

    Belajar dari Penolakan

    John Paul Dejoria sangat sering membagikan kiat-kiatnya hingga bisa membangun bisnis bernilai milyaran Dolar kepada para calon-calon wirausahawan.

    Salah satu pesan yang menurutnya sangat penitng adalah membiasakan diri dengan berbagai penolakan.

    Ya, John sendiri memang telah mengalami banyak penolakan dari pekerjaan masa lalunya sebagai seorang penjual keliling.

    Seorang wirausahawan harus bisa menjaga semangatnya meski telah mengalami penolakan hingga ke 99 kali.

    baca juga

      Kecintaannya pada Beramal

      Untuk mengenang masa lalunya yang amat sulit, John selalu menegaskan bahwa dirinya sangat suka beramal.

      Sebagai salah satu orang terkaya di Amerika, John mengaku tidak menganggap kekayaan sebagai sumber kekuasaan, melainkan sebagai sarana untuk dapat berbuat baik sebanyak mungkin.

      Pada tahun 2011, John Paul setuju untuk menandatangani Giving Pledge, sebuah program donasi bentukan Bill Gates dan Warren Buffett dimana sang penandatangan bersedia untuk mendonasikan setengah dari pendapatannya.

      Selain itu ia juga mendirikan lembaga amal miliknya sendiri yaitu John Paul Peace Love and Happiness Foundation yang berfokus pada donasi untuk tiga hal yaitu penyelamatan lingkungan, perlindungan hewan, dan pertolongan bagi orang yang membutuhkan.

      baca juga

      Menurut John selain untuk menapak tilas, perbuatan amal yang dilakukannya semata-mata karena ia percaya bahwa amal yang ia lakukan berdampak baik bagi perusahaan yang ia pegang.

      Tercatat ia telah memberikan donor ke lebih dari 160 lembaga amal yang tersebar di seluruh dunia.

      You May Also Like