https://www.franchise-waralaba.com/ – Sebagai salah satu negara dengan tingkat penggunaan internet tertinggi di dunia, masyarakat Indonesia tentu sudah akrab dengan aplikasi Smule.

Aplikasi yang menyajikan fitur karaoke dengan orang dari berbagai dunia ini menjadi favorit banyak orang Indonesia yang gemar mengekspresikan diri di media sosial.

Sebagai informasi, sosok dibalik aplikasi Smule yang sangat memanjakan mereka yang gemar menyanyi ini memang diciptakan oleh seseorang yang sangat mengerti tentang musik.

Dibalik kesuksesan Smule, ada Jeff Christopher Smith , seorang profesor musik pemegang gelar Phd untuk teori musik komputer dan akustik.

Proses penciptaan Smule menjadi unik karena Jeff Smith mendirikan Smule sambil mengejar gelarnya, hal yang tidak biasa untuk latar belakang pendiri start-up.

Tidak hanya dapat berjalan beriringan, bahkan pekerjaannya di Smule dan kegiatan kuliahnya justru saling melengkapi.

Salah satu visi Jeff ketika mendirikan Smule sendiri adalah memberikan kebahagiaan bagi orang lain melalui musik.

Untuk itu Jeff mengembangkan banyak fitur untuk berbagai aplikasinya demi mewujudkan mimpi setiap orang menjadi penyanyi profesional.

Fokus startupnya yang menitikberatkan kepada musik membuatnya menjadi pesaing langsung dari aplikasi populer lainnya, Tiktok.

baca juga

Gemar Mendirikan Startup

Tidak banyak yang bisa dijelaskan dari masa kecil seorang Jeff Christopher Smith, namun yang pasti ia memiliki pengalaman segudang dalam mendirikan startup.

Jeff Smith pernah bekerja untuk pusat riset IBM sebagai insinyur perangkat lunak serta beberapa perusahaan lain seperti Frame technology dan Hewlett Packard untuk posisi yang sama.

Menjadi karyawan selama 7 tahun, Jeff akhirnya memutuskan untuk mengikuti tren dotcom pada tahun 1993 dengan mendirikan Tumbleweed Communications.

Tumbleweed adalah perusahaan yang bergerak di bidang penyedia layanan pesan singkat dan transfer data terenkripsi bagi klien perusahaan dan pemerintah.

Jeff kemudian berhasil membesarkan perusahaan ini dan melakukan penawaran publik pada tahun 1999 di Nasdaq dimana sang ibu yang menjadi pembeli saham pertamanya.

Sukses dengan dengan kedua perusahaannya, Jeff lagi-lagi mendirikan perusahaan startup ketiganya dengan nama Simplify Media.

Simpify media sendiri akhirnya dibeli oleh Google pada tahun 2010 untuk meningkatkan daya saing dengan Apple dan ITunesnya.

Karena kegemarannya akan musik, setelah menjual Simplify Media dan keluar dari posisi dewan direksi,  Jeff banting setir dan memutuskan untuk mengambil gelar Phd di bidang musik komputer di Stanford.

Gayung pun bersambut, Mengambil jurusan kuliah yang dekat dengan musik dan memiliki banyak kenalan asisten profesor membuat Jeff mendapat ide untuk mendirikan startup berbasis musik.

Akhirnya Jeff bersama dengan salah satu pengajarnya, Ge Wang mendirikan Smule pada tahun 2008 dengan Sonic Boom sebagai lini produk pertamanya.

Jeff juga sempat melibatkan tokoh musisi terkenal di Amerika Serikat seperti T-pain dalam pengembangan untuk aplikasi autotune.

Pada awal pendiriannya, Jeff mengatakan bahwa musik adalah medium yang lebih populer dibandingkan dengan media sosial macam Instagram dan Facebook.

Berkat kemampuan Jeff dalam mengolah data dan mengaplikasikan temuannya, Smule berhasil meraup 52 juta pengguna dengan pendapatan hingga 156 juta Dolar pertahun.

baca juga

    Mengenai Revolusi Industri Musik

    Pada awal mula pendiriannya, Ide Jeff mendirikan perusahaan startup berbasis musik banyak ditolak oleh para calon investornya.

    Permasalahan berupa lisensi karya musik yang memakan waktu dan berjubelnya pemain besar di industri ini membuat ide Jeff dianggap tidak potensial.

    Namun alasan tersebut tidak cukup untuk menggoyahkan kepercayaan diri Jeff untuk terus maju dengan idenya.

    Salah satu faktor yang mendorongnya tetap mendirikan Smule adalah adanya celah yang berhasil ia temukan dalam upaya memonetisasi musik.

    Ia menyimpulkan dari sekitar 200 Milyar Dolar yang dihasilkan oleh industri musik, hanya 10% nya yang dipegang oleh para pelaku industri besar seperti label dan artis, sisanya akan masuk kepada bentuk monetisasi lain seperti konser, merchandise, dan tentu saja Smule.

    Ia juga percaya musik banyak berpengaruh dalam kehidupan orang dan lebih dari sekedar diperdengarkan untuk mengisi waktu.

    Ia menganalogikan bahwa selalu terdapat nama artis dan musikus ternama dari daftar 100 merek paling terkenal di dunia.

    baca juga

      Terinspirasi Komposer Klasik

      Menjalani dua kehidupan sebagai mahasiswa PhD dan pemimpin perusahaan sekaligus ternyata tidak membuat Jeff Smith kewalahan.

      Justru dua kehidupan tersebut saling mengisi satu sama lain karena sama-sama berlatar belakang musik.

      Misalnya. Jeff Smith banyak meneliti tentang data tentang korelasi perbedaan wilayah dengan selera musik baik untuk kepentingan tesis maupun untuk kepentingan perusahaannya.

      Dengan bangga, Jeff Smith membandingkan penelitian yang dilakukannya dengan karya Bela Bartók, seorang komposer legendaris pada abad ke 19.

      Bela Bartok-lah yang memulai penelitian pertama mengenai persebaran musik klasik di Eropa yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya ilmu musikologi.

      Hasil penelitian yang terinspirasi Bartok inilah yang kemudian banyak diterapkan oleh Jeffrey dalam pengembangan produknya.

      Jeff berhasil mendapatkan temuan penting dari salah satu aplikasi andalannya yaitu Magic Piano terkait dengan pola penggunaan dari segmen pengguna yang berbeda.

      baca juga

      Banyak Berkorban

      Meski mengaku senang menjalani kehidupan sebagai mahasiswa dan pemimpin perusahaan dalam waktu bersamaan, Jeff mengaku mengorbankan banyak hal.

      Salah satu hal yang harus banyak dikorbankan oleh Jeff adalah waktu kebersamaannya bersama sang anak.

      Dalam sebuah wawancara dengan Tech Crunch, Jeff mengaku bahwa ia harus tetap fokus di depan laptop meskipun sedang menghadiri pertandingan anaknya.

      Ia mengaku tidak bisa meninggalkan laptop kemanapun ia harus pergi, bahkan ketika liburan.

      Tidak hanya dalam urusan waktu, Jeff juga harus banyak belajar senam demi menghindari berbagai problem postur tubuh seperti kelainan tulang belakang akibat sering beraktivitas.

      You May Also Like