https://www.franchise-waralaba.com – Pasar global bukan lagi tantangan bagi perusahaan makanan ternama dalam negeri, PT Mayora Indah Tbk. Beragam brand produksi Mayora telah menembus pasar ekspor hingga seluruh dunia. Beberapa brand yang laku pasar internasional di antaranya Kopiko, Choki-Choki, Energen, Torabika, Beng-Beng, Malkist, Sari Gandum dan masih banyak lagi.

Menurut Global Category Head PT Mayora Indah Tbk., Awin Sirait, lebih dari 80 negara menjadi target ekspor Mayora. Ekspor tersebut pula memberikan kontribusi yang besar untuk pendapatan perusahaan terbuka tersebut, yakni sekitar 40 persen. “Saat ini produk kami sudah di lebih dari 80 negara yang tersebar di benua Asia, Timur Tengah, Afrika, Amerika dan lainnya,” ujarnya

Ekpansi Produk Mayora

Menurut Direktur Operasional Mayora, Tony Sumantri, sejak tahun 2012 produk Mayora telah berekspansi hingga Timur Tengah dan Afrika. Peningkatan penjualan Mayora sebesar USD 10 juta pun ditargetkan untuk transaksi ekspor tersebut. “Kami sudah mulai ekspor produk ke Nigeria, sejak awal tahun (2012) dan sampai sekarang,”

Membangun jaringan distribusi merupakan rahasia kesuksesan ekspor produk Mayora. Itulah kunci penting sebuah brand untuk menembus pasar asing. Sebaik apapun produk sebuah brand, tak akan mampu menembus ekspor tanpa adanya jaringan distribusi. “Penting sekali bagi kami dalam membangun jejaring, karena tanpa jejaring, sebagus apapun produk yang kita miliki tidak akan bisa sampai ke tangan konsumen,” lanjut Awin.

Menjalin kerja sama dengan partner dalam membangun jaringan distribusi tidaklah mudah. Mayora, kata Awin, meyakini adanya hubungan symbolic mutualisme. Dengan hubungan tersebut, partner pun memiliki keinginan yang sama dengan perusahaan dalam menyebarluaskan produk Mayora. Kepercayaan antara perusahaan dan partner pula perlu dijalin dengan baik agar produk dipercaya negara tujuan ekspor.

Selain itu, menurut Awin, Mayora selalu mempelajari terlebih dahulu kondisi wilayah target ekspor. Setiap negara memiliki aturan tersendiri yang harus diperhatikan, seperti regulasi pemerintah, standar harga, konsumer insight, aturan distribusi dan masih banyak lagi. Sebuah Research pun dilakukan perusahaan untuk memahami segala hal tersebut.

Senada, Global Marketing Director PT Mayora Indah Tbk., Ricky Afrianto pun mengatakan bahwa kesuksesan ekspor Mayora berkat upaya marketing yang mampu membangun brand equity yang kuat di negara target ekspor. Alhasil, banyak produk unggulan Mayora yang kemudian dapat diterima dengan sangat baik. “Tim pemasaran harus solid dan paham kondisi pasar dan konsumen di setiap negara,” tuturnya.

Mayora, lanjut Ricky, masih terus mengupayakan ekspansi ekspor di banyak negara. Namun upaya tersebut dibarengi upaya membesarkan brand yang sudah ada. Justru membesarkan merek menjadi prioritas Mayora agar produknya memiliki nama yang kuat di negara asing.

“Ke depannya kami akan tetap melakukan ekspansi bisnis ekspor, namun prioritas kami saat ini adalah untuk memperkuat posisi merek-merek kami yang sudah ada di beberapa negara saat ini. Kami menargetkan bisnis ekspor untuk tetap tumbuh double digit,” ujar Ricky

Kopiko Mendunia

Salah satu merk produk Mayora yang sudah sangat besar yakni Kopiko. Dibuat sejak tahun 1980an, Kopiko menjadi permen kopi pertama yang ada di Indonesia. Membuat kopi dalam bentuk kembang gula merupakan inovasi cerdas hingga disambut baik tak hanya di tanah air namun juga masyarakat dunia.

“Kopiko adalah salah satu Global Brands dari Mayora di mana Kopiko merupakan merek yang fokus di kopi dan mempunyai banyak keunggulan. Perseroan sadar kalau produk kopi tidak bisa dibuat sembarangan karena sifatnya yang sangat personal. Inovasi sangat penting untuk memberikan yang terbaik kepada konsumen di berbagai belahan dunia,” tutur Ricky.

Mayora terus berupaya membangun brand Kopiko agar menjadi merek global yang kuat secara equity. Menurut Ricky, banyak hal yang dilakukan untuk tujuan tersebut. Beberapa strategi yang dilakukan Mayora yakni dengan menjaga kualitas produk sejak bahan baku hingga pengemasan. Selain itu, dilakukan pula upaya inovasi agar produk terus berkembang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

“Kami adalah ahli di bidang kopi dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dan sangat berkomitmen terhadap kualitas produk. Proses pengolahan dari awal dan akhir dijaga ketat demi memberikan kualitas terbaik,” kata Ricky.

Tak hanya upaya dalam hal produksi dan kualitas, Mayora juga membangun brand Kopiko dengan cara memahami pasar. Agar Kopiko dapat mendunia, pihak Mayora selalu mempelajari masyarakat negara target ekspor. Setiap masyarakat memiliki keragaman gaya hidup termasuk perihal konsumsi cemilan dan permen. Dengan mempelajarinya, Kopiko hadir di suatu negara setelah mempelajari calon konsumennya. Alhasil, penerimaan produk dapat dengan lancar dilakukan untuk kemudian membesarkan mereknya.

Ricky mengatakan, saat ini produk lokal Kopiko telah diterima pasar dunia, di lebih dari 50 negara beragam benua. Ia mengklaim bahwa Kopiko berhasil menembus pasar dunia dan disambut baik oleh masyarakat luar negeri. “Ini adalah wujud nyata komitmen kopiko menjaga kualitas produk hingga aktivitas marketing dalam membangun brand,” tuturnya, dilansir laman swa.

Klaim Ricy tersebut terbukti nyata dengan banyaknya penghargaan yang di terima Kopiko. Tak hanya penghargaan dalam negeri, Kopiko pula dilirik banyak pakar dan pengamat luar negeri terutama Asia. Beberapa penghargaan yang pernah diraih brand spesialis kopi tersebut yakni Superbrands 2012 dari Nielsen dan Tempo, Top Brand 2012 dari Frontier Consulting Group, serta Top Five Best Manage Companies in Indonesia dari Asia Money Magazine.

Brand Baru Dari mayora

Selain fokus menguatkan brand yang sudah ada, Mayora juga terus melahirkan produk dan brand baru. Aneka snack dan beverage terus saja dilahirkan perusahaan besar tersebut. Salah satu brand baru yang langsung melejit dan menjadi sorotan yakni Teh Pucuk Harum.

Hanya butuh waktu lima tahun bagi Teh Pucuk Harum menguasai pasar dalam negeri. Kesuksesan tersebut membuat Mayora yakin melebarkan pasar ekspor untuk produk teh kemasan tersebut. Meski terbilang masih sangat muda, Teh Pucuk Harum telah dinikmati masyarakat Asia dan Timur Tengah.

Prestasi Teh Pucuk Harum sangat gemilang sejak mulai diproduksi sekitar lima tahun lalu. Dengan sangat cepat, produk tersebut mampu mengambil persentase pasar penjualan teh kemasan hingga 43 persen. Bahkan penjualan teh melati dalam kemasan botol itu pun terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun.

Dikabarkan SWA, pertumbuhan penjualan Teh Pucuk Harum pada tahun 2016 mencapai 39,6 persen dibanding tahun 2015. Angka penjualannya pun sangat fantastis, yakni lebih dari 100 juta botol setiap bulannya. Pertumbuhan tersebut bahkan melampaui merk utama dan pelopor teh kemasan di Indonesia, Sosro.

Saking banyaknya permintaan, Mayora sempat kesulitan dalam hal kapasitas produksi. Meski telah memiliki empat pabrik, yakni di Pasuruan, Ciawi, Palembang dan Makassar, Mayora masih kewalahan dalam memenuhi permintaan Teh Pucuk Harum. Sebuah pabrik yang lebih besar baru pun akhirnya dibangun di kawasan Ciherang, Bogor dan mulai beroperasi sejak 2016 lalu. Pabrik baru yang besar ini mampu mengambil 40 persen total produksi semua pabrik dengan kapasitas produksi mencapai 40 juta botol per bulan.

“Bahkan permintaan terhadap produk Teh Pucuk Harum terus bertumbuh, lebih besar dari suplai yang ada, terus terang kami cukup kewalahan tahun ini (2016). Sekarang permintaan yang over demand, sudah bisa kami penuhi dan sekaligus kami bisa punya kapasitas produksi yang cukup untuk tahun depan (2017),” ujar Direktur Beverages PT Mayora Indah Tbk., Riko Sistanto kepada SWA.

baca juga

    Dengan adanya pabrik baru, kapasitas produksi bertambah, Teh Pucuk Harum pun bersiap melakukan ekspansi ke luar negara. Meski baru dimulai, teh yang terkenal dengan slogan iklan “pucuk…pucuk” tersebut telah menembus pasar Asia dan Timur Tengah. “Nanti setelah kami punya kapasitas yang cukup baik kami bisa ekspansi ke luar negeri dengan lebih serius,” tutup Riko.

    Hanya menyebut dua brand saja, yakni Kopiko dan Teh Pucuk Harum, kesuksesan Mayora telah nampak sangat gemilang. Bayangkan saja bagaimana kegemilangan Mayora yang memiliki banyak sekali produk yang hampir semuanya laris manis di pasaran. Tak heran jika kemudian Mayora menjadi salah satu perusahaan makanan raksasa yang dimiliki dan membanggakan Indonesia.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You May Also Like