Eggio Waffle, Bisnis Kudapan Manis Menggoyang Lidah

Kue waffle selama ini dikenal sebagai kudapan atau camilan untuk pendamping teh atau kopi.

Namun, siapa sangka, di tangan para pebisnis handal, waffle bisa menjadi peluang bisnis kuliner yang menarik dengan omset yang fantastis.

Berasal dari kota Surakarta/ Solo yang banyak menyajikan kuliner franchise, Eggio Waffle hadir memanjakan lidah para pecinta kuliner.

Waffle dikenal luas di berbagai negara seluruh dunia. Tak hanya di Indonesia, bahkan di Eropa dan Amerika, dikenal sebagai sajian street food yang laris.

Untuk itu, Eggio Waffle menawarkan bisnis franchise kuliner yang memiliki prospek cerah di masa mendatang.

Kue berbentuk bulat – bulat seperti telur ini memiliki rasa yang gurih dan manis.

Saat ini memang sudah ada beberapa franchise waffle di Indonesia yang bisa dijumpai di mall, tetapi sayangnya waktunya hanya seumur jagung.

Berbeda dengan Eggio Waffle, franchise yang digagas oleh Erinna Yovita Santoso ini menawarkan paket yang cukup lengkap.

Mulanya ia terinspirasi franchise waffle saat berjalan – jalan ke Hong Kong dan mencoba kuliner jalanan (street food) di sana.

Ia lantas saling bahu – membahu dengan suaminya, Jemy Yapola pada tahun 2012 untuk membuka gerai pertama di Solo/ Surakarta.

Franchise Eggio Waffle juga menawarkan berbagai keunggulan ketimbang kuliner lain.

Di antaranya rasanya enak dan sesuai selera orang Indonesia, mudah dilahap, dan bisa dibawa saat jalan – jalan.

Nama brand Eggio Waffle diambil dari pengembangan kata Egg atau telur serta Io yang diambil dari Indonesia.

Ini karena komposisi bahan utama waffle terbuat dari tepung dan telur. Sedangkan, citarasa waffle dibuat untuk selera orang Indonesia.

Harapan sang pemilik, Eggio Waffle bisa menjadi salah satu kudapan favorit warga Indonesia.

Hingga kini Eggio Waffle terus berkembang mencapai 12 cabang. Selain kota Solo, Eggio Waffle bisa dijumpai juga di kota – kota lain di area Jawa Tengah seperti Semarang dan Jepara. Sedangkan, di area Jawa Timur, Eggio Waffle bisa dikunjungi di kota Ngawi, Lamongan, dan Surabaya.

Meskipun hanya menjual kue waffle, tetapi Eggio Waffle terus berinovasi untuk menciptakan varian produk baru agar pembeli tidak bosan.

Paket franchise juga menawarkan training kitchen untuk menambah skill serta pengembangan produk lain.

Inovasi terbaru yang ditawarkan adalah konsep cafe yang lebih cozy dan modern. Menu waffle dapat disajikan bersama dengan minuman pendamping seperti teh, kopi atau juice.

Disajikan dengan varian ice cream dan topping yang cukup atraktif, Eggio Waffle bahkan menciptakan varian waffle Hong Kong berwujud waffle cone. Keunikan cone waffle ini mudah dan praktis dibawa, tetapi bisa dinikmati selayaknya waffle dan ice cream cone.

Paket waralaba yang dijual sebesar Rp 40 jutaan, plus lengkap perlengkapan dan booth. Bahkan, mitra bisa membangun Eggio Waffle dengan konsep cafe.

Tetapi, harga ini di luar harga sewa tempat. Nilai investasi dikenai biaya royalti sebesar 5% untuk kontrak kerja sama selama 5 tahun.

baca juga

Nantinya, mitra bisa menawarkan sajian waffle cone, waffle manis serta aneka waffle gurih, asin hingga waffle pedas, sesuai kreasi dan kesukaan pengunjung.

Berdasarkan pengalaman para mitra Eggio Waffle yang sudah berjalan selama ini, balik modal bisa mencapai 3 – 6 bulan saja.

Selain biaya royalti, Eggio Waffle pusat tetap akan memberikan dukungan dalam bentuk program pelatihan serta video agar mitra franchise lebih mudah memahami jalannya operasional bisnis. Eggio Waffle juga membuka lebar konsultasi atau support lain kepada mitranya.

You May Also Like