Untuk Anda Pengusaha Franchise atau waralaba  yang ingin Beriklan disini kami menawarkan kesempatan yang sangat berharga ini , silahkan email ke  info@https://www.franchise-waralaba.com atau kontak 081809 222 100 untuk mendapatkan informasi lengkap

klik disini

Bisnis anda akan kami masukan ke dalam artikel ini , dengan traffick yang sangat tinggi anda aan mendapatkan banyak mitra mitra baru

Kekurangan dari bisnis waralaba ini adalah kurang lebih seperti ini

  1. Ketergantungan terhadap pemilik franchise, apalagi mereka yang tidakmau membagi rahasia sukses nya dan juga pelit dalam mengembangkan mitra nya
  2. Tidak mau sama sama berkembang , hanya mementingkan laba semata
  3. Tidak ada toleransi dalam pengembangan usaha
  4. royalti fee yang terkadang tidak masuk akal
  5. Biaya Biaya Bulanan yang dibebankan
  6. Bila Brand master nya rusak , franchisee juga terkena dampaknya
  7. investasi yang terkadang memerlukan biaya sangat besar
  8. Kurang bisa berkreasi dalam segi inovasi product dan promosi

terlepas dari kelebihna dan kekurangan nya , sebagai seorang pebisnis seharusnya sudah memperhitungkan resiko bisnis nya, sehingga tidak menghalangi dalam menjalankan bisnis apapun.

Kelebihan Bisnis Franchise Untuk Pebisnis Dengan Modal Kecil

  1. Menghemat Waktu
  2. Sudah Tersedia Standart Operating Procedure dari Penyedia Franchise
  3. Modal Yang Dikeluarkan sebenarnya jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan pengalaman , waktu dan biaya penyedia franchise dalam men develop usaha nya
  4. Promosi dilakukan biasanya oleh pihak penyedia franchise
  5. Penentuan lokasi berdasar pengalaman dan ilmu franchisor
  6. Ijin dan birokrasi telah dilakukan dan selesai
  7. Manajemen yang solid
  8. Ada Pelatihan SDM
  9. Resiko Terbilang Sedang
  10. Ilmu dan Pengetahuan yang akan dibagi untuk para pendaftar franchise
  11. Keamanan dari bisnis yang lebih terjamin
  12. Networking bisnis yang luas

Untuk syarat pendaftaran waralaba menurut hukum indonesia disajikan disini  Tentunya ada juga kekurangan kekurngan dari bisnis waralaba dan franchise ini , namun kita akan membahasnya di akhir artikel ini

Penjelasan Franchising, Franchisor, Franchisee, Franchise fee dan Royalty Fee

Franchising telah lama menjadi bisnis yang digemari di Indonesia. Semakin lama semakin banyak orang membuka bisnis dengan sistem franchising, selain menguntungkan, bisnis ini mempercepat sebuah merek atau brand untuk memiliki banyak cabang hingga dikenal dalam waktu singkat.

Pebisnis yang sudah bergabung dengan sistem ini merasakan banyak manfaat, baik itu sebagai franchise atau pun franchisor karena ada sistem franchise fee dan royalty fee yang menambah penghasilan mereka. Tambahan penghasilan ini tentu saja bisa menjadi modal tambahan untuk meningkatkan bisnis menjadi lebih luas dan menarik pelanggan lebih banyak. Keuntunganpun menjadi semakin banyak diraih.

Dalam dunia Franchising ada banyak sekali istilah yang sering muncul, sudahkah anda mengetahui hal itu? Ada beberapa istilah yang akrab di telinga para franchising antara lain seperti franchisee, franchisor, franchisee fee, dan royalty Fee. Sudahkah anda mengetahui apa arti dari kata-kata tersebut?

Berikut penjelasan mengenai istilah-istilah di atas

Apa itu Franchising atau Waralaba?

Pada umumnya Franchising atau dikenal sebagai hak-hak untuk menjual produk atau jasa kepada orang lain dengan batasan-batasan tertentu berdasarkan perjanjian kedua belah pihak.

Defisini lain dari waralaba disebutkan juga oleh Pemerintah Indonesia.

Waralaba dalam pengertian hukum ekonomi Indonesia disebutkan sebuah usaha yang dilakukan oleh salah satu pihak yang memperoleh hak istimewa untuk menanamkan modal dan menggunakan hak kekayaan intelektual ( HAKI )

di suatu kota dengan ciri khas tertentu kemudian pihak yang berwenang ini menawarkan kerja sama dengan pihak lain dengan suatu imbalan tertentu berdasarkan persyaratan yang ditentukan oleh perusahaan atau hasil dari kesepakatan dengan pihak lain.

Sementara itu, Asosiasi Franchise Indonesia menyatakan waralaba atau franchise disebut sebagai istilah untuk menyebut sebuah sistem industri perdagangan dalam rangka menyediakan atau menjual barang dan jasa kepada masyarakat

di mana pemilik usaha memberikan layanan dan hak istimewa kepada pengwaralaba dalam menjalankan bisnis dengan merek atau brand, sistem kerja, dan lain sebagainya sesuai dengan ketentuan perusahaan induk yang menguasai hak milik merek.

Siapa saja yang bisa menjadi Franchisor (Pewaralaba)?

Di dalam sistem franchise ada yang disebut dengan pemberi waralaba (franchisor) atau disebut juga dengan Pewaralaba.

Pewaralaba ialah pihak badan usaha atau individu yang memberikan hak dagang kepada pihak lain untuk menggunakan brand atau merek dan kekayaan intelektual lainnya seperti sistem usaha, fasilitas industri, dan ciri khas usaha yang diberlakukannya.

Jadi, semua orang bisa menjadi pewaralaba asalkan dia memiliki modal besar untuk membangun usahanya sendiri dan menjalin kemitraan dengan pihak-pihak lain.

Siapa itu Franchisee (Penerima Waralaba)

Ketika ada pihak yang memberikan hak istimewa kepada orang lain untuk memanfaatkan nama bisnisnya, orang yang memanfaatkan hak istimewa tersebutlah yang dinamakan dengan franchises.

Franchisee didefinisikan sebagai pihak badan usaha atau individu yang menerima hal istimewa berupa memanfaatkan dan menggunakan nama brand, merek, sistem kerja, sampai dengan ciri khas label perusahaan tertentu untuk menawarkan produk dan jasa yang diinginkannya.

Sebagai penerima hak kekayaan intelektual , dia tidak diberi wewenang untuk mengubah kekhasan produk, ia hanya bebas memanfaatkan selama waktu perjanjian masih berlaku.

Apakah Arti Franchise Fee?

Di dalam transaksi Franchise dan Franchisor terdapat Franchise fee yang dikenal luas sebagai biaya awal yang harus dibayarkan oleh franchisor kepada pemilik franchise.

Biaya tersebut dibayarkan dimuka untuk sebelum gerai franchise penerima hak kekayaan intelektual memulai bisnis di gerainya. Franchise fee wajib dibayarkan setelah terjadi kesepakatan dan dilaksanakan perjanjaian kerja.

Dalam perjanjian kerja tersebut sudah harus memuat poin-poin tentang franchise fee di mana biaya ini pada prinsipnya sudah harus menjamin pelunasan terhadap hak-hak berikut ini:

  • Biaya yang dibayarkan sudah termasuk biaya untuk memanfaatkan lisensi merek dagang yang diwaralabakan oleh pemilik waralaba selama jangka waktu yang disepakati kedua belah pihak.
  • Biaya tersebut sudah seharusnya memuat kebebasan untuk meminjam dan memanfaatkan pedoman operasional kerja selama kerjasama masih berlaku.

Berapa Besar Biaya Franchise Fee yang harus dibayarkan oleh franchiseer kepada franchisor?

Besaran biaya franchise fee yang harus dibayarkan umumnya bergantung kepada kebijaksanaan franchisor.

Biaya pada umumnya sudah mencakup biaya membantu survey lokasi, memberikan desain layout, memuat informasi berupa daftar inventori, stok barang yang dibutuhkan, sourching atau

pencarian supplier untuk mendukung kebutuhan barang yang diperdagangkan, rekruitmen pegawa di awal operasi, dan sudah mencakup biaya membayar seorang supervisi, pelatihan awal, dan eksekusi launching.

Apa Arti Royalty Fee?

Di antara Franchisor dan Franchise sering ada yang dinamakan Royalty Fee yang merupakan hak ekonomi yang diberikan oleh franchise kepada fracnhisor yang sudah mengijinkan pemakaian merek dagang selama waktu yang sudah disepakati.

Pembayaran dan jumlah royalti fee biasanya sudah ada dalam perjanjian kerjasama yang disepakati, umumnya mulai dari 5 persen. Besarannya ditentukan oleh kebijakan franchisor itu sendiri dan franchise tinggal menyepakati ketentuan tersebut.

Pembayaran biasanya ditetapkan di awal bulan sebelum tanggal 10 setiap bulannya dan metode pembayarannya berbeda-beda di setiap franchise.

Royalti umumnya diambil dari persentase penghasilan yang diterima franchisee dengan mengecualikan unsur pajak. Ada yang menghitung berdasarkan omset per bulan yang diraih franchise ada pula yang tidak mempedulikan performa sehingga nilainya ditetapkan begitu saja, berapapun jumlah omset yang diraih oleh franchise, prosentasi royalti yang harus diberikan tidak berubah.

Pada prinsipnya, royalty fee yang dibayarkan akan membuat franchise tidak kehilangan hak-hak istimewanya seperti:

  • Mendapatkan dukungan operasional pewaralaba terkait dengan bimbingan sistem dan operasional kerja
  • Dilakukannya audit waralaba dan evaluasi terkait dengan perkembangan perusahaan sehingga terjadi bimbingan berkesinambungan dan menciptakan peluang adanya perpanjangan kerjasama sampai jangka panjang karena sama-sama mendapatkan keuntungan
  • Mendapatkan dukungan pengembangan merek dan strategi pemasaran yang lebih luas.

Apa Saja Hukum-hukum Waralaba?

Bagi yang tertarik menjadi waralabawan, penting untuk memahami hukum-hukum waralaba. Jadi, sebelum memulai usaha franchise atau waralaba, pahami terlebih dahulu hukum-hukum waralaba berikut ini.

  • Di Indonesia, Hukum dan peraturan franchise di Indonesia ditetapkan dalam peraturan pemerintah (PP) No.42 tahun 2007 dan peraturan menteri perdagangan R.I nomor 31/M-DAG/PER/8/2008.
  • Franchisor atau pemilik waralaba diwajibkan untuk memberi bimbingan kepada franchisee dalam rangka memulai bisnis seperti pelatihan, teknik operasional kerja, riset, dan pengembangan brand secara berkelanjutan.
  • Dalam Peraturan Menteri disebutkan hukum-hukum waralaba atau franchise ialah memiliki hak khusus sebagai perseorangan atau badan usaha yang memiliki sistem bisnis dengan ciri khas berupa memperdagangkan barang atua jasanya dengan mitra yang disetujuinya berdasarkan perjanjian waralaba.
  • Waralaba dan calon penerima waralaba harus melakukan penandatangan perjanjian kerjasama sebelum memulai mendirikan gerai sebagai langkah kepastian dan perlindungan hukum selama kerjasama berlangsung.
  • Perjanjian kerjasama harus dilakukan di atas kertas hitam dan putih atau dilakukan secara tertulis dan bermuatan hukum.
  • Penerima waralaba harus bekerja berdasarkan perjanjian tertulis yang disepakati antara pemberi waralaba dan penerima waralaba yang sama-sama memiliki kedudukan hukum setara di mata hukum yang berlaku di Indonesia.
  • Dalam hal penulisan surat kontrak kerja atau surat perjanjian, jika surat perjanjian tersebut ditulis dalam bahasa asing, perjanjian harus diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia terlebih dahulu apabila calon penerima waralaba berasal dari Indonesia.
  • Perjanjian waralaba yang diputus secara sepihak sebelum pernjanjian berakhir dan tidak ada penyelesaian yang baik di mata hukum maka kepada pemilik waralaba dilarang untuk mendirikan usaha di wilayah kerja yang menjadi titik persmasalahan yang disebutkan di dalam perjanjian kerjasama.
  • Penerima waralaba wajib mendaftarkan perjanjian waralaba kepada pemerintah setempat di mana penerima waralaba mendirikan usaha.
  • Permohonan pendaftaran prospektus pendirian waralaba harus melampirkan dokumen berupa fotokopi legalitas usaha, fotokopi pernjanjian usaha, dan fotokopi kartu tanda penduduk, serta surat keterangan sebagai pemilik usaha atau seorang franchiser dari sebuah merek dagang.

baca juga

jasa seo jakarta
jasa seo Surabaya
jasa seo Jogja
jasa seo Makassar
jasa seo Bali
jasa seo Medan
jasa seo Bandung
Semarang

jasa seo Murah
jasa seo Profesional
jasa seo Terpercaya
jasa seo Terbaik

jasa seo Perusahaan
jasa seo Bergaransi
Belajar SEO

undercover co id

Uqwo

p9

Undercover bisnis

seo orid

SWA
Marketingcoid

ISWN

bandungadvertiser.com

notarisdanppat.com
bisnisumkmonline.com
franchise-waralaba.com

Zowhy.com

indonesiacorporatereview.com
jkeitee.com
Moorah.my.id

multikemasplastindo.com

lister.co.id

sumurbor-murah.com

azaleasuites.co.id

Demikian pemaparan mengenai poin-poin penting seputar Franchising, Franchisor, Franchisee, Franchise fee dan Royalty fee. Bila anda berminat untuk mendirikan usaha waralaba sendiri, silahkan mengikuti hukum-hukum yang berlaku dalam hal pendirian perusahaan

error: Content is protected !!