Bisnis Franchise Warunk UpNormal

Dengan mengusung bendera Citarasaprima Indonesia Berjaya (CRP Group), dalam kurun waktu kurang dari 6 tahun, tujuh anak muda berhasil menancapkan 8 brand bisnis yang berbeda dan kesemuanya meraih sukses.

Ketujuh anak muda tersebut adalah: Sarita Sutedja, Budiardi Supasentana, Rex Marindo, Danis Puntoadi, Stefanie Kurniadi, Angga Nugraha dan Pujiana Nurul Hikmah. Di tangan merekalah makanan sederhana seperti mie instan, nasi goreng, bakso dan kopi Nusantara dibikin naik kasta namun tetap dengan harga kaki lima.

Keberhasilan bisnis yang mereka bangun tidak dapat dipungkiri, hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya outlet yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Tercatat sudah lebih dari 200 outlet untuk 8 brand yang mereka kibarkan dan jumlah tersebut masih akan terus bertambah.

Resep Membuka Bisnis Kuliner Ala Ceo Warunk UpNormal

Jumlah outlet dari 8 brand tersebut adalah 78 outlet untuk Warunk UpNormal & UpNormal Coffee Roasters, 24 outlet Bakso Boedjangan, 14 outlet Nasi Goreng Rempah mafia & Nasi Goreng Rempah Abang, 7 outlet Sambal Khas Karmila, 2 outlet Fish Wow Cheesee, 4 outlet MeeBox dan 61 outlet Ayam Bersih Berkah.

Kiprah CRP Group diawali pada Oktober 2013 dengan meluncurkan brand Nasi Goreng Rempah Mafia. Setahun kemudian menyusul Warunk UpNormal yang diresmikan. Bakso Boedjangan yang menjadi brand ketiga lahir pada Januari 2015.

Dua tahun berikutnya muncul 3 brand sekaligus yaitu Ayam Bersih Berkah, MeeBox dan Fish Wos Cheesee. Terbaru, pada tahun 2018 muncul merek Martabak Maskulin untuk menggenapkan lini bisnis mereka.

Memunculkan banyak brand dan kesemuanya meraih sukses tentu bukan persoalan yang mudah. Terlebih garapan CRP Group adalah bidang kuliner yang notabene memiliki persaingan yang ketat dengan banyaknya kompetitor.

Itu sebabnya menjadi sangat menarik untuk belajar tentang bagaimana Ceo Warunk UpNormal dan tujuh brand lainnya meramu resep agar bisnis yang mereka jalankan dapat meraih sukses.

Resep Sukses Bisnis Kuliner CRP Group

Bersaing di sektor bisnis kuliner, diakui Sarita Sutedja memang tidak mudah dan salah satu strategi yang dilakukan CRP Group adalah dengan menghadirkan brand lokal berkualitas agar dapat bersaing dengan brand-brand global. Caranya adalah dengan mengkolaboarasi lokal dan global.

“Jadi dari sisi sale value on each store dan sisi standarisasi, inspirasi berasal dari brand-brand global. Sedang dari sisi sistem yang bisa diadaptasi, dari sisi cita rasa lokal dan dari sisi menu, inspirasi datang dari brand-brand lokal,” terang Sarita.

Sumber daya manusia menurut Sarita merupakan kunci utama bagi tumbuh kembangnya perusahaan, karena itu CRP Group senantiasa menanamkan 6 hal pada seluruh SDMnya sebagai landasan eksistensi dan ekspansi perusahaan. Keenam hal tersebut adalah: Fokus Solusi, Inovatif, Disiplin, Peduli, Beriman dan Team Work.

Selain menerapkan keenam nilai-nilai tersebut, untuk dapat mempertahankan bisnis, CRP Group selalu berpikir jangka panjang dengan senantiasa memperkuat backbone alias tulang punggung internal perusahaan yang meliputi logistik, marketing, Informasi dan Teknologi (IT) serta yang lain.

Tulang punggung perusahaan tersebut juga meliputi partner strategis atau jalinan aliansi dengan sejumlah perusahaan besar, serta melakukan terobosan dan inovasi di berbagai bidang.

“Meski apa yang saya sampaikan tersebut terkesan simpel, tapi butuh komitmen. Jika lengah dan tidak dilandasi komitmen, semua yang telah dibangun mulai dari nol bakal runtuh seketika, sebagaimana pepatah mengatakan: mempertahankan lebih sulit daripada membangun,”  ungkap salah satu urat nadi dari CRP Group ini. (*)

You May Also Like