https://www.franchisewaralaba.com – Teknologi internet telah membawa angin segar bagi banyak orang yang berniat membuka usaha.

Sejak revolusi digital merambah bisnis, model bisnis tradisional yang banyak mengandalkan toko fisik mulai tergeser dengan model online yang tidak terbatas ruang dan waktu.

Bahkan teknologi internet juga membuka peluang peluang baru khususnya dalam hal pemasaran produk yang sulit dilakukan dengan cara biasa.

Salah satu pelaku bisnis yang memanfaatkan teknologi internet untuk bisnis yang tidak biasa tersebut adalah Baiq Maesarah yang berasal dari Lombok.

Baiq berhasil memasarkan mutiara-mutiara hasil budidaya di daerahnya hanya dengan bermodalkan telepon genggam dan paket data.

Dengan modal sederhana tersebut, Baiq sanggup mendulang pemasukan minimal puluhan juta bahkan sanggup mengumpulkan jejaring bisnis baru.

Hanya Bermodalkan Telepon Genggam

Baiq Maesarah dapat membuktikan diri untuk membangun bisnis yang luar biasa meski tidak memiliki latar belakang yang luar biasa.

Latar belakangnya hanya seorang anak petani mutiara dari Senggigi, pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Sering ikut menemani ayahnya memanen petani membuat Baiq banyak mengenal seluk beluk dari mutiara.

Ia sudah mendapat pengetahuan untuk membedakan mutiara yang berkualitas baik dan yang tidak.

Karena pengetahuannya tersebut, bukan hal yang suiit untu Baiq atau yang biasa dipanggil Sara untuk memilih berbisnis mutiara.

Ia berpendapat bahwa prospek untuk memasarkan produk mutiara asal Lombok sangat cerah karena memiliki kualitas di atas rata-rata nasional.

Sara pun tidak begitu khawatir kesulitan mendistribusikan produk jualannya kepada pembeli berkat pengetahuannya akan teknologi internet.

Baiq Maesarah Berbisnis Mutiara dengan Bermodalkan Kuota Internet

Wanita lulusan Sarjana Universitas Mataram ini memang sudah mengenal teknologi internet terutama untuk keperluan kuliahnya.

Meski begitu, ia tidak langsung terjun menjadi wirausahawan selepas dirinya kuliah.

Adanya panggilan untuk memenuhi mimpinya mendorongnya untuk menjadi seorang pengajar.

Namun karena gaji yang tidak seberapa membuat Sara berpikir untuk berwirausaha sembari melanjutkan pekerjaannya.

Keputusan untuk berwirausaha bukannya tanpa asal yang jelas.

Baiq memang sempat didaulat oleh Kemenpora untuk menjadi instruktur di program Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan.

Akhirnya dua tahun setelah lulus , ia mendirikan perusahannya yang ia beri nama May Mutiara Lombok.

Untuk menjalankan bisnisnya tersebut, Sara hanya bermodalkan handphone genggam beserta beberapa aplikasi sosial.

Setiap hari Sara mempromosikan produk mutiara dari daerahnya menuju daerah-daerah lain di luar Nusa Tenggara Barat baik dengan instagram maupun dengan Whatsapp.

baca juga

    Mendorong perekonomiannya dan Petani Mutiara

    Meski memiliki cita-cita awal sebagai seorang guru, alasannya berpindah haluan menjadi wirausahawan disebabkan oleh rendahnya gaji menjadi guru.

    Setelah menjadi wirausahwan, Sara mengaku pendapatannya bertambah drastis.

    Setiap harinya ia mampu menjual sekitar 50 hingga 100 kilogram mutiara kepada para pembeli yang berasal dari Jakarta dan kota-kota besar lainnya.

    Keuntungan yang ia dapat setiap hari ia pergunakan untuk keperluan modal untuk mencari suplai dari para petani mutiara.

    Setelah berjalan beberapa bulan, Sara juga berhasill membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi para petani mutiara di tempatnya.

    Para petani mutiara yang awalnya pasif kini bisa terus memutar barangnya untuk dijual kepada Sara.

    Bahkan Sara turut mempromosikan mutiara –mutiara dari para petani tersebut untuk mengikuti sejumlah pameran hingga keluar Lombok.

    Beberapa pameran yang diikuti oleh Sara sendiri mulai dari pameran UMKM bertaraf nasional hingga pameran cinderamata yang banyak dikunjungi oleh pengunjung dari luar negeri.

    Dari berbagai even tersebut, Baiq kemudian mendapatkan rekanan bisnis baru untuk memperluas jaringannya.

    Ia juga kadang-kadang mengajak sendiri para calon pembeli untuk mampir ke daerahnya dan bertemu dengan para petani pembudidaya.

    baca juga

      Berniat Membuat Iklan dan Website

      Meski dapat menjaring banyak calon pembeli dan rekanan baru dengan menghadiri pameran, Sara mengaku terkendala biaya transportasi.

      Biaya perjalanan Lombok-Jakarta yang cukup tinggi membuat Sara tidak bisa selalu pergi ke sana setiap waktu.

      Karena alasan itulah Sara berniat untuk mengembangkan usahanya lewat beriklan di media sosial.

      Meskipun begitu, Sara mengaku belum menemukan formula yang tepat untuk mengefektifkan penggunaan iklan tersebut.

      Sara mengaku selama ini iklan-iklannya belum dapat memenuhi hasil yang ia inginkan.

      Perlu diketahui bahwa iklan yang ditujukan untuk pasar luar negeri memiiki pendekatan yang berbeda dibandingkan dengan iklan di dalam negeri.

      Para pembeli luar negeri biasanya harus benar-benar yakin bahwa produk yang diiklankan sesuai dengan aslinya dan bukan polesan.

      Selain itu, pembeli luar negeri hanya membaca iklan sebagai referensi dan bukan sebagai faktor penentu dalam melakukan keputusan pembelian.

      Selain beriklan di media sosial, Sara juga ingin membangun website sendiri.

      Walaupun hanya bermodalkan handphone genggam saja, namun Sara yakin dapat memiliki website yang membantunya mengedukasi calon pembeli lebih baik.

      Apalagi para pembeli asal luar negeri lebih tertarik dengan produk yang diiklankan di website.

       Untuk mewujudkan hal tersebut, Sara sedang mencoba menjalin kontak degan dinas ukm dan koperasi mengenai kesempatan belajar pemasaran digital terutama cara membuat website.

      baca juga

        Membangun dan Menjaga Kepercayaan

        Ada satu prinsip berbisnis yang selalu diyakini oleh Sara agar dapat terus menjalin relasi dengan para pembelinya.

        Menurutnya membangun budaya jujur dan kepercayaan merupakan hal penting dalam bisnis ini

        Salah satu kebijakan yang ia terapkan terkait dengan menerapkan kejujuran adalah ia selalu berusaha membayar para petani mutiara di muka.

        Sara sadar bahwa petani mutiara amat membutuhkan uang tunai untuk menyiapkan pakan kerang sehingga ia berusaha untuk selalu membayar dahulu sebelum mengambil barang.

        Untuk para pembelinya, ia juga selalu memberi sampel barang yang akan dikirim sebelum mengirimkan barang yang asli sebagai bentuk kejujuran.

        You May Also Like