Merek Starbuks tentu sudah tidak asing bagi kita, di Indonesia sendiri Starbuck juga telah menjamur dimana-dimana.

Starbuck bakan memiliki lebih dari 23.000 lokasi di hampir 70 negara, dan menjamurnya  kedai Starbuck yang tersebar di puluhan negara tersebut mengindikasikan bahwa produk dari Starbuck begitu diminati oleh banyak orang. Lalu sebenarnya apa istimewanya?

Sebelum bicara soal keistimewaan Starbuck, mari bicara dulu soal historinya. Jadi bisnis ini dimulai pada awal tahun 1970-an.

Namun, cikal bakal kebombastisan Starbuck dimulai dari perjalanan Howard Schultz melalui Italia pada 1983. Ia begitu terpesona dengan pengalamannya di bar-bar kopi Italia.

Dari situ, meskipun sempat sebentar meninggalkan Starbucks untuk mencoba kepemilikan bisnis kopi sendiri, ia kembali ke Starbucks dengan keinginan yang tak kenal lelah untuk mengembangkan bisnis Starbucks.

 

Dengan bantuan incestor, akhirnya pada tahun 1987 Schultz  dapat membeli Starbucks dari pemilik aslinya. Dan sejak saat itu, Schultz telah menciptakan bisnis multi-miliar dolar yang dianggap oleh banyak orang sebagai keberhasilan bisnis terbesar sejak munculnya Walmart Stores pada tahun 1962.

Starbuck memiliki misi perusahaan untuk ‘menginspirasi dan memelihara jiwa manusia – satu orang, satu cangkir, dan satu lingkungan pada satu waktu.

’ Kemudian karyawan-karywannya didorong untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang dipersonalisasi – dan dalam hal itu layanan pelanggan merupakan prioritas.

Kemudian, karywan Starbuck juga dilatih untuk selalu memberi pengalaman positif pada setiap pelanggannya. Dan karean kejeniusan Starbuck dalam mengamankan kesetiaan pelanggannya, mendorong pertumbuhan bisnis, menghasilkan laba, dan memberi energi kepada karyawannya pada saat yang sama membuat Starbuck menjadi sebombastis kini.

Apakah Starbucks  Waralaba Kopi?

Karena banyaknya kedai yang dimiliki oleh Starbuck tak khayal jika banyak orang berasumsi bahwa Starbuck memiliki basic waralaba atau fanchise.

Tapi sebenarnya selama beberapa dekade Starbucks menolak godaan franchise,  mereka lebih memilih untuk mengembangkan bisnisnya melalui kemitraan yang berlisensi.

Bahkan Howard Schultz dalam bukunya yang dirilis pada tahun 1997, pernah mengatakan bahwa baginya franchise hanya perantara yang berdiri di antara mereka dan pelanggan mereka. Itulah keengganan soal franchise yang diungkapkan secara pribadi.

Dan prinsip itu masih ia pegang teguh untuk beberapa tahun, ia mengatakan daripada franchise lebih baik untuk mengendalikan sebanyak mungkin gerai-gerainya.

 

baca juga

 

Mengetahui Dasar dari Pengiklanan pada Franchise

350 Daftar Waralaba Dan Franchise Mulai Dari 1 Juta sd 1 Milyar

 

Namun, beberapa tahun yang lalu, keengganan soal franchise telah berubah, sekarang Strabuck telah memiliki waralaba yang berdiri di Prancis dan Inggris. Bahkan Starbuck juga menjalankan anak perusahaan yang bernama Seattle’s Best Coffee, yang juga melakukan franchise.

error: Content is protected !!