https://www.franchisewaralaba.com – Bisnis datang dan pergi. Ada yang bertahan, ada pula yang tumbang. Ada yang diakuisisi, ada yang mendapat suntikan dana, dan ada pula yang memilih hengkang dari bisnis start up

Memulai bisnis, apalagi startup , adalah sebuah permainan beresiko. Jumlah startup yang berjatuhan jauh lebih banyak daripada yang sukses. Yang menjadi unicorn pun lebih langka lagi. Meski demikian, tetap saja banyak bermunculan startup baru, yang hadir dengan optimisme besar untuk membawa perubahan.

Sebagian orang berpendapat bahwa saat ini pendanaan startup makin sulit didapat. Namun hal ini coba dibantah oleh Khailee Ng dari 500 Startups cabang Asia Tenggara. Untuk Anda yang belum mengetahui, 500 Startups adalah Firma VC yang berfokus pada pendanaan startup. Saat ini, untuk Asia Tenggara sendiri, 500 Startups sudah mendanai setidaknya 120 startup dalam 24 bulan terakhir.

Namun dari 120 startup yang didanai it, setidaknya 3% startup sudah gugur. Menurut Khailee, para pendiri startup harusnya tak perlu menyalahkan keadaan atau ekonomi; para pendirilah yang harus berbenah.

Menurut Khailee Ng, setidaknya ada lima kebiasaan yang dilakukan para pendiri startup, yang akan membawa startup ke jurang kehancuran. Apa saja?

Sesama cofounder tidak bisa menyelesaikan konflik

Akan ada masa ketika cofounder berbeda pendapat tentang sebuah keputusan. Akan datang waktu ketika cofounder berkonflik. Ini wajar. Yang terpenting adalah bagaimana menyelesaikan konflik tersebut dan tidak membawa hal ini menjadi keributan.

Menurut Khailee, apabila cofounder pulang ke rumah dengan masih menyisakan kekesalan terhadap konflik tersebut, berarti akan datang masalah.

Berkeras terhadap ide yang buruk

Sebuah ide yang buruk atau kurang diterima harus segera dievaluasi. Parameternya mudah; lihatlah grafik perkembangan dari biaya akusisi pelanggan. Apabila biaya untuk akuisisi pelanggan semakin meningkat dengan jumlah pelanggan yang tidak seimbang, artinya ide dari startup itu kurang diterima. Segera lakukan evaluasi terhadap startup Anda, dan lakukan perubahan.

Mencoba banyak hal dengan dana yang sedikit

Seorang founder startup yang baik harus tahu berapa dana yang ia miliki, dan ia bisa memperkirakan apa saja yang bisa dikembangkan dari dana yang ada. Apabila dengan pendanaan minim namun founder memaksa developer untuk mengembangkan terlalu banyak fitur dan produk, maka akan ada masalah.

Lebih selektif terhadap pengembangan fitur, dan lakukan kalkulasi yang tepat berdasarkan dana yang diberikan investor.

Beranggapan bahwa semua akan baik-baik saja

Hanya karena Anda sudah menemukan investor, bukan berarti semua akan baik-baik saja.

Investor pun dapat saja suatu saat berubah pikiran dan berhenti memberikan kucuran dana pada Anda. Apa jadinya bila setelah mencapai target tertentu kemudian investor mengundurkan diri?

Anda harus selalu bersiap-siap terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi. Dunia startup adalah dunia ketidakpastian, jadi berhati-hatilah dalam setiap keputusan yang diambil.

baca juga

    Terlambat meminta bantuan dari investor

    Investor ada tidak hanya untuk memberikan kucuran dana; tugas utama investor adalah membantu startup untuk berkembang. Bisa berupa menghubungkan founder dengan bantuan hukum yang diperlukan, bisa dengan membantu konsultasi dalam merekrut karyawan, dan lain sebagainya.

    Namun apabila tidak dihubungi, maka biasanya investor akan beranggapan bahwa semua akan baik-baik saja. Apa jadinya bila saat investor akhirnya menghubungi Anda, lalu Anda berkata bahwa usia startup Anda tinggal menunggu waktu?

    Tidak masalah bila Anda berkonsultasi atau meminta bantuan dari investor. Investor pun ingin melihat startup Anda sukses. Tentu saja ia tak ingin investasinya terbuang percuma, bukan?

    Maka ketika merasa ada masalah yang tak bisa Anda dan cofounder atasi, maka konsultasilah dengan investor Anda.

    Namun Khailee Ng mengaku kagum dengan semangat juang yang dimiliki oleh para founder startup Asia Tenggara. Para founder ini, menurut Khailee, rela memotong gaji dan melakukan downsizing, apapun yang diperlukan untuk memperpanjang nafas startupnya. Khailee menyatakan bahwa, para founder harus melakukan apapun yang diperlukan, mengorbankan apapun yang ada, demi membawa startup menuju kesuksesan.

    1. Optimislah dengan rencana baru ini.

    Setelah Anda melupakan semua rencana bisnis lama, dan sudah dapat dukungan dari semua orang, berikan semua energi, kreativitas, dan inspirasi yang Anda punya untuk ide ini. It’s all in or not at all.

    Ini adalah langkah baru, era baru, dan kans baru Anda untuk menggapai sukses.

    Ini adalah fokus baru Anda, fokus yang tak akan mati. Semua yang dilakukan dalam mengimplementasikan ide ini jadi nyata, akan berasal dari energi dan passion yang Anda keluarkan.

    baca juga

    1. Berjalanlah dengan data dan angka.
      Sekarang setelah Anda menjalankan rencana baru, tetap terus awasi data dan angka yang datang. Angka tak pernah bohong.

    Tetaplah berkomunikasi dengan seluruh tim, baca semua data yang masuk. Lihat terus angka, progres dari waktu ke waktu, dan lakukan benchmark terhadap progres startup Anda.

    1. Evaluasi dan action terus menerus.

    Evaluasi secara berkala akan membuat startup Anda berkembang. Bila memang ada yang salah, maka segera lakukan perubahan.

    Bila memang kelak harus melakukan pivot lagi, maka lakukanlah.

    Pivot tidak mudah untuk dilakukan, memang. Karena itulah banyak startup gagal dan hancur berantakan. Itu karena mereka enggan melakukan pivot. Namun Anda tidak. Pivoting adalah senjata pamungkas Anda untuk menggapai kesuksesan.

    Belajar melakukan pivot akan menyelamatkan Anda dari kegagalan, dan memungkinkan Anda sukses di jangka panjang.

    You May Also Like