Setidaknya ada tiga langkah yang harus dilakukan dalam membuat TVC advertising atau iklan TVC yang menarik. Ini penting diketahui oleh setiap perusahaan atau pebisnis yang iklan mengiklankan produk/jasanya di televisi.

Seperti diketahui, berdasarkan media penyampaiannya, iklan dapat dibagi menjadi dua, yakni iklan elektronik dan iklan cetak. Adapun contoh iklan elektronik meliputi iklan yang ditayangkan di televisi dan radio. Sementara contoh iklan cetak meliputi iklan yang ditayangkan di majalah dan koran.

Nah, kali ini kita akan membicarakan secara khusus terkait iklan televisi. Ya, iklan TVC merupakan salah satu jenis iklan televisi. Untuk mengenal lebih jauh mengenai iklan TVC, mari kita simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.

Mengenal Apa itu TVC Advertising

Sebelum mengetahui apa saja langkah-langkah membuat TVC Advertising atau iklan TVC yang menarik, ada baiknya untuk berkenalan lebih jauh dengan jenis iklan itu. Iklan TVC yang digunakan promosi produk/jasa dengan bantuan media televisi yang berdurasi 30 – 90 detik. Namun, pada umumnya, durasi 30 detik lebih dipilih dibandingkan di atasnya.

TVC advertising biasanya berbentuk video yang dikemas dengan menarik. Bahkan, ada alur cerita dan dialog antar pemeran iklan agar lebih menarik perhatian.

Adapun penayangan TVC advertising biasanya dilakukan pada saat jeda program acara di televisi. Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan keberadaan iklan TVC ini, kan?

Iklan TVC memiliki kelebihan di antaranya: mampu menjangkau pasar lebih luas, mengandung kreativitas yang tinggi sehingga menarik perhatian dan berpotensi ditonton/diperhatikan oleh publik. Kelebihan ini, pada ujungnya, mampu mendatangkan banyak konsumen/klien yang membeli/menggunakan produk/jasa yang bersangkutan.

Di samping itu, iklan TVC juga tidak terlepas dari kekurangan, yakni di antaranya: biaya yang tinggi, tidak memiliki target audiens secara spesifik dan pembuatan yang rumit.

3 Langkah Membuat TVC Advertising

Dikatakan di atas bahwa pembuatan TVC advertising itu rumit. Memang demikian, pembuatan TVC advertising membutuhkan ketelitian dan kecermatan yang mendalam. Sebab, tidak hanya unsur kreativitas  yang ditonjolkan, produk/jasa yang ditawarkan juga harus mengena di hati masyarakat atau para penonton.

Oleh karena itu, siapa saja yang ingin membuat iklan TVC disarankan untuk menggunakan jasa advertising yang profesional, berpengalaman dan terpercaya. Dengan cara ini, hasil iklan TVC akan sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan.

Meski disarankan untuk menggunakan jasa advertising profesional, Anda selaku pebisnis atau pihak perusahaan harus mengetahui apa saja langkah-langkah pembuatan iklan TVC. Nah, di bawah ini akan kami paparkan secara jelas dan detail 3 langkah membuat TVC advertising yang menarik. Simak dengan saksama!

1. Pra-Produksi

Pra-produksi merupakan tahapan yang cukup rumit dan menjadi penentu bagus tidaknya TVC advertising. Biasanya, sebagian besar pekerjaan pada tahapan pra-produksi diserahkan kepada sutradara.

Lantas, apa saja yang dilakukan sutradara pada tahapan ini? Pertama, sutradara akan menyusun alur cerita iklan yang disesuaikan dengan produk/jasa yang ditawarkan. Dalam hal ini, sutradara juga akan membuat dialog antar pemeran iklan dan voice over yang relevan.

Selanjutnya, sutradara juga akan menyiapkan berbagai hal yang menunjang proses produksi iklan. Dalam hal ini, sutradara merekomendasikan beberapa referensi yang bisa dipilih atau ditentukan oleh perusahaan pembuat iklan. Beberapa referensi yang dimaksud antara lain: referensi busana dan tata rias, referensi musik, referensi latar iklan atau lokasi shooting, referensi colour grading, referensi editing, referensi artis atau pemeran dan lain sebagainya.

Terkait referensi artis atau pemeran iklan, kami merekomendasikan untuk menggunakan artis yang telah dikenal masyarakat secara luas. Artis terkenal ini sangat mungkin dapat memengaruhi masyarakat untuk menjajal produk/jasa yang ditawarkannya. Jadi, jangan sampai Anda salah memilih artis atau pemeran iklan yang justru tidak membawa ‘berkah’ bagi produk/jasa yang Anda tawarkan lantaran kurang dikenal masyarakat.

Nah, meski pekerjaan pada tahapan pra-produksi sebagian besar diserahkan ke sutradara, pembuat iklan/pihak perusahaan juga akan dimintai masukan dan pendapatnya terkait berbagai hal sebagaimana dijelaskan di atas. Hingga pada akhirnya, baik sutradara, pembuat iklan dan berbagai pihak lain yang juga terlibat dalam pembuatan iklan menyatakan sepakat.

2. Produksi

Setelah semua pihak yang terlibat dalam pembuatan iklan sama-sama sepakat, maka sutradara sudah bisa melakukan proses produksi. Sutradara akan menjadwalkan kapan proses produksi itu dilakukan dan di mana tempatnya.

Proses produksi iklan akan disesuaikan dengan alur yang telah dibuat dan disepakati pada tahapan pra-produksi tadi. Namun, tidak menutup kemungkinan alur cerita berubah lantaran kondisi di lokasi shooting tidak sesuai dalam perencanaan. Dengan kata lain, mungkin saja sutradara akan melakukan improvisasi alur iklan yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Sementara itu, perusahaan pembuat iklan harus menghadirkan salah satu atau beberapa perwakilan untuk mengikuti dan melihat secara langsung proses produksi ini. Sutadara pun akan terus terbuka terhadap masukan dan saran yang disampaikan oleh pihak perusahaan.

Untuk diketahui, dalam proses produksi, pihak perusahaan biasanya akan memberikan masukan atau lebih tepatnya arahan terkait hal yang perlu ditonjolkan dari produk/jasa yang ditawarkan dalam iklan. Sehingga, pihak pembuat iklan akan memberikan penekanan lebih mendalam dari hal tersebut.

3. Pasca Produksi

Tahap terakhir adalah pasca produksi. Pada tahap ini, pihak pembuat iklan akan melakukan proses editing hingga layak tayang di televisi. Tentunya, proses editing juga mengacu pada alur cerita yang telah dibuat pada tahapan pra-produksi tadi. Namun, jika ternyata ada improvisasi alur cerita maka hal itu juga tidak boleh dilupakan dalam proses editing iklan.

Proses editing iklan semestinya dilakukan dengan dua tahapan, yakni editing secara offline dan editing secara online. Editing secara offline meliputi penggabungan atau penyusunan frame by frame yang telah diambil pada tahapan produksi. Tentunya, frame by frame ini sudah mendapatkan disepakati oleh pihak perusahaan.

Setelah rampung, baru kita dapat masuk dalam proses editing secara online. Beberapa hal yang dilakukan dalam tahapan ini di antarnya: pewarnaan video, pemberian efek video, penambahan motion graphic dan lain sebagainya.

Lebih lanjut, jika TVC advertising yang dikehendaki membutuhkan penambahan voice over, maka hal itu juga dilakukan pada tahap ini. Penambahan sound effet dan pengaturan volume juga tidak boleh dilupakan selama proses editing video iklan.

Untuk diketahui, pihak perusahaan akan tetap dilibatkan dalam proses editing ini. Dalam hal ini, pihak perusahaan dapat menyetujui hasil editing jika dirasa sudah sesuai ekspektasi. Namun, jika belum sesuai ekspektasi, pihak perusahaan pun berhak meminta revisi atau dilakukannya proses editing kembali hingga mendapatkan hasil yang terbaik.

Itulah 3 langkah membuat TVC advertising yang menarik. Perlu diketahui juga bahwa iklan TVC ini sebaiknya dilakukan pembaruan secara berkala. Hal ini berguna agar masyarakat atau penonton tidak merasa bosan lantaran melihat iklan yang tampilannya begitu-begitu saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *