10 Franchise Terbaik Dunia Vs 6 Franchise Lokal Prestasi International

https://www.franchise-waralaba.com – 10 Franchise Terbaik Dunia Vs 6 Franchise Lokal Prestasi International , prestasi bisnis franchise  baik luar negri maupun lokal yang sudah mendunia , dan membanggakan indonesia, bisnis franchise ini pun semakin digemari karena relatif lebih mudah dalam pengoperasiannya.

 

10 Waralaba Terbesar di Dunia

Bisnis waralaba memang sedang gencar belakangan ini. Apalagi kalau bukan karena tingkat resiko yang akan dihadapi dalam menjalankan bisnis waralaba relatif lebih kecil dibandingkan membangun sebuah usaha sendiri.

Buktinya, data dari International Franchise Association melansir pada 2014 jumlah waralaba di dunia berjumlah 770.368 waralaba. Di Indonesia, tercatat sekitar 698 waralaba dengan jumlah gerai sebanyak 24.400 yang terdiri dari 63% waralaba dan Business Opportunity (BO) lokal serta 37% waralaba asing, dengan omzet mencapai nominal Rp 172 triliun.

Potensi yang sangat menggiurkan bukan? Makanya kian banyak orang yang memilih untuk mengambil bisnis franchise ini daripada membangun bisnis sendiri dari nol.

Nah, kalau Anda sedang menjajaki kemungkinan untuk berbisnis waralaba ini, ada baiknya Anda menjadikan 10 franchise ini sebagai inspirasi Anda. Berikut adalah 10 waralaba terbesar di dunia seperti dilansir dari Franchise Directory.

  1. McDonald’s

Siapa tak kenal McDonald’s? Restoran cepat saji dengan logo huruf ‘M’ besar berwarna besar ini mungkin menjadi restoran favorit Anda. Pada awalnya, McDonald’s adalah sebuah restoran barbeque yang didirikan tahun 1940 oleh dua bersaudara – Richard & Maurice McDonald.  Lalu mereka merestrukturisasi bisnis menjadi stand hamburger di tahun 1948. Hingga akhirnya di tahun 1955, keduanya menjadi pewaralaba dengan pebisnis Ray Kroc sebagai agen waralabanya.

 

McDonald’s berkembang dengan sangat pesat hingga saat ini. Di tahun 2016 lalu, McDonald’s telah membukukan 69 juta pelanggan yang telah dilayani setiap hari di lebih dari 100 negara. Selain itu, McDonald’s telah memiliki 33.520 outlet di seluruh dunia yang dioperasikan oleh franchisee, afiliasi atau oleh perusahaan itu sendiri.

  1. Kentucky Fried Chicken (KFC)

Restoran cepat saji yang didirikan oleh Kolonel Sanders sejak tahun 1939 ini berpusat di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat. KFC merupakan restoran fast food terbesar kedua di dunia setelah McDonald’s (berdasarkan penjualan).

Sanders mewaralabakan KFC pada tahun 1952 yang dibuka di Utah, Amerika Serikat setelah melakukan identifikasi potensi konsep waralaba restoran. Kini, dibawah perusahaan induk Yum! Brands, sebuah perusahaan restoran yang juga memiliki jaringan Pizza Hut dan Taco Bell, KFC memiliki hampir 20.000 outlet yang tersebar 123 negara.

  1. Burger King

Sesuai dengan namanya, Burger King adalah restoran yang menjual Burger sebagai menu utama. Awalnya, Burger King bernama Insta-Burger King – sebuah jaringan restoran di Florida, Amerika Serikat yang didirikan oleh Keith J. Kramer dan Matthew Burn di tahun 1953.

Di tahun 1954, Insta-Burger King mengalami kesulitan keuangan, kemudian restoran ini diambil alih oleh duo franchisor David Edgerton dan James McLamore. Paska akuisisi ini, namanya pun berganti menjadi Burger King. Hingga akhir Desember 2016, Burger King telah memiliki 15.738 outlet di 100 negara.

  1. Subway

Berpusat di Florida, Amerika Serikat jaringan restoran yang menjual sandwich ini didirikan oleh Fred DeLuca dan Peter Buck. Pada tahun 1974, Subway mulai diwaralabakan dan perkembangan usaha ini sangat pesat.

Hingga Juni 2017, restoran yang terkenal karena roti lapis berbentuk seperti kapal selam serta saladnya ini telah memiliki 45.000 outlet yang berada di lebih dari 100 negara di dunia. Bahkan, Subway telah menjadi jaringan restoran dengan merek tunggal terbesar dan operator terbesar di dunia.

  1. Hertz Corporation

Perusahaan rental mobil yang berbasis di Estero, Florida, Amerika Serikat ini telah memiliki 9.700 outlet termasuk franchisee internasional. Dengan jaringan di 150 negara, perusahaan yang berdiri sejak tahun 1918 ini didirikan oleh Walter L. Jacobs.

Kesuksesan franchisor ini bahkan menjadi perusahaan rental mobil terbesar kedua di Amerika Serikat berdasarkan penjualan, lokasi serta ukuran armada. Di tahun 2016, perusahaan waralaba ini telah membukukan pendapatan sebesar US$9.4 miliar dengan memperkerjakan 36.000 karyawan. Wow!

  1. Pizza Hut

Sebutkan restoran pizza pertama di Indonesia? Pasti jawabannya adalah Pizza Hut. Restoran ini berdiri sejak tahun 1958 di Wichita, Kansas, Amerika Serikat oleh dua bersaudara Dan Carney dan Frank Carney. Setahun kemudian, restoran ini mulai diwaralabakan. Pada tahun 2015, bisnis waralaba penyedia menu pizza dan pasta ini telah memiliki lebih dari 15.000 toko yang tersebar di seluruh dunia.

  1. Marriot International

Perusahaan perhotelan multinasional yang didirikan oleh J. Williard Marriot ini berkantor pusat di Maryland, Washington, Amerika Serikat. Saat ini, Marriot International menjadi pewaralaba portofolio hotel dan penginapan terbesar di dunia. Hingga September 2016 ini Marriot International telah memiliki lebih dari 5.700 jaringan property di lebih dari 110 negara di seluruh dunia.

  1. Wyndham Hotel Group

Meskipun tergolong perusahaan waralaba baru, namun Wyndham Hotel Group berhasil mengembangkan jaringan yang sangat pesat. Berdiri pada tahun 1990 dan diwaralabakan di tahun yang sama, Wyndham kini telah memiliki 8.000 unit hotel dengan lebih dari 697.600 kamar yang tersebar di 77 negara di dunia.

baca juga Tips Cara Raih BEP Bisnis Franchise Dengan Cepat

  1. Hilton Hotels & Resorts

Bagi pecinta travelling baik untuk bisnis maupun bersenang-senang, pasti mengenal jaringan hotel Hilton. Hilton Hotels & Resorts yang didirikan Conrad Hilton sejak tahun 1919 ini dikenal sebagai merek global hotel dan resor dengan layanan lengkap. Portofolio perusahaan waralaba ini sangat menarik. Lebih dari 570 properti di 85 negara yang tersebar di seluruh dunia telah dikelola oleh jaringan maupun franchisee Hilton.

  1. Carrefour

Rasanya, hampir sebagian besar masyarakat Indonesia mengenal Carrefour bahkan menjadikannya sebagai tempat belanja favorit. Peritel multinasional asal Perancis yang berkantor pusat di Boulogne Billancourt, Perancis ini adalah salah satu jaringan hypermarket terbesar di dunia.

Beroperasi di lebih dari 30 negara, Carrefour memiliki 1.462 hypermarket hingga akhir 2016. Meskipun demikian, Carrefour hanya memiliki tiga franchisee di seluruh dunia, dimana negara tersebut adalah Bahrain, Arab Saudi dan Mesir.

 

 

6 Franchise Kuliner Lokal Prestasi Internasional

Bisnis waralaba memang masih menarik minat para calon pengusaha. Selain lebih mudah daripada membangun bisnis sendiri, bisnis ini lebih bisa terukur risikonya. Tapi, Anda juga harus jeli dalam memilih waralaba yang ingin Anda jadikan usaha.

Saat ini, ada banyak sekali waralaba baik lokal maupun asing yang ada di Indonesia. Namun, Anda tidak perlu khawatir bagi para pemula bisnis yang ingin membuka bisnis waralaba karena ternyata bisnis waralaba lokal sudah mulai penuhi pasar di Indonesia dan banyak pula yang sudah go international. Sebuah bukti reputasi yang pantas untuk dijadikan pertimbangan menjadi franchisee. Simak yuk kiprah franchise lokal dengan prestasi internasional ini.

  1. Kebab Turki Baba Rafi

Kebab Turki Baba Rafi (KTBR) identik dengan pionir waralaba kebab di Indonesia. Usaha yang dibangun oleh Hendy Setiono sejak tahun 2003 di Surabaya ini awalnya hanya sebuah gerobak di sudut jalan.

Namun sekarang, KTBR sudah menjadi jaringan bisnis kebab terbesar di bidang kuliner selain ayam goreng dan hamburger. Saat ini, KTBR memiliki 1.200 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia termasuk ekspansi di negara Malaysia, Philipina, China, Sri Lanka, Singapore, Brunei, Belanda, dan Bangladesh.

 

Saat awal berdiri, KTBR ini hanya bermodalkan Rp4 juta hasil pinjaman adik perempuan Hendy. Bersama seorang temannya, Hendy menjual usaha kebabnya dengan gerobak di Jalan Nginden Semolo, Surabaya. Tidak disangka, setahun usaha berjalan ia berhasil membuka 6 cabang dan di tahun kedua ia pun membuka peluang kerjasama waralaba.

Masuk tahun ketiga, usahanya berhasil diwaralabakan, kemudian ia melegalisasikan usahanya dengan pendirian PT. Baba Rafi Indonesia sebagai pemegang merek dagang Kebab Turki Baba Rafi.

 

  1. Es Teler 77

Restoran ini berdiri di tahun 1981 oleh Murniati Widjaja bersama suami Trisno Budijanto. Awalnya, Es Teler 77 ini warung tenda sederhana di pelataran teras sebuah pertokoan di kawasan Jakarta Pusat. Usaha ini usaha keluarga yang melibatkan anak serta menantunya Yenny Setia Widjaja dan Sukyatno Nugroho.

 

Usaha ini terus berkembang hingga di tahun 1987, menantu Murniati – Sukyatno Nugroho mewaralabakan Es Teler 77. Saat itu, Es Teler 77 ini menjadi usaha makanan cepat saji asli Indonesia yang pertama menerapkan sistem waralaba.  Kini, usaha waralaba Es Teler 77 ini memiliki 180 gerai yang tersebar di wilayah Indonesia. Tidak hanya berkiprah di Indonesia, Es Teler 77 juga melebarkan sayap di beberapa negara seperti di Malaysia, Singapura, Australia sampai ke New Delhi.

 

  1. Pecel Lele Lela

Warung Pecel Lele Lela ini didirikan oleh Rangga Umara tahun 2006. Saat itu, Rangga berkeyakinan bahwa bisnis yang berbasis makanan ini dipilih dengan pertimbangan bahwa bisnis makanan tidak akan mengenal krisis karena setiap orang membutuhkan makanan sebagai kebutuhan utama untuk hidup. Rangga optimis bahwa Pecel Lele Lela menjadi satu-satunya bisnis makanan pecel lele modern yang memberikan nilai tambah.

 

Inovasi menu makanan menjadi modal utama Rangga. Warung ini pun memiliki 3 menu utama andalan olahan lele yaitu lele goreng tepung, lele filet kremes, dan lele saus Padang. Warung makan yang merupakan singkatan dari Pecel Lele Lebih Laku ini telah berkembang dengan omzet mencapai Rp1,8 miliar per bulan. Pecel Lele Lela juga sudah menguasai 12 provinsi yang ada di Indonesia. Pecel Lele Lela ini pun mengepakkan sayap hingga memiliki gerai di Malaysia, Jeddah dan Singapura.

 

  1. Ayam Bakar Mas Mono

Usaha yang didirikan oleh Agus Pramono ini pertama kali dirintis tahun 2001. Sebelum itu, di awal tahun 2000, pria asal Madiun itu sudah membuka warung ayam bakar kaki lima di sebuah lahan kosong di dekat Universitas Sahid, Jakarta. Awal berjualan, Agus bermodalkan 5 ekor ayam yang ia jadikan 20 potong ayam.

 

Tapi sekarang, ia sudah memiliki omzet sekitar Rp8-12 juta per hari. Ia pun sukses membuka 15 cabang dan melebarkan bisnisnya hingga ke luar Indonesia. Ayam Bakar Mas Mono pun memiliki outlet di Malaysia dengan total karyawan mencapai 1.020 orang. Selain bisnis waralaba kuliner ini, ia juga membuka usaha di bidang biro travel umrah dan haji serta bisnis katering.

 

  1. Co Donuts & Coffee

Bisnis waralaba yang dirintis tahun 2005 ini didirikan oleh Johnny Andrean. Mengusung konsep open kitchen, bisnis ini mengandalkan sajian donat. J.Co juga menyediakan minuman kopi dari berbagai negara seperti kopi Arabika Indonesia, Brazil, Kolombia, Kosta Rika dan Guatemala.

 

J.Co menjadi alternatif baru bagi para penikmat dan penggemar donat, karena menjadi satu-satunya perusahaan kuliner khususnya donat dari lokal yang tak kalah saing dengan waralaba donat asing. Saat ini, J.Co telah memiliki 34 gerai yang tersebar di seluruh Asia, 20 gerai berada di Indonesia, 3 di Singapura, 5 di Malaysia, 4 di Filipina dan 2 di Shanghai.

 

baca juga

350 Daftar Waralaba Dan Franchise Mulai Dari 1 Juta sd 1 Milyar

Franchise Black Box Movies, Bioskop yang Diwaralabakan

 

  1. Bumbu Desa

Berdiri sejak tahun 2004, restoran ini awalnya berbentuk kedai sederhana di pinggiran Jalan Laswi, Bandung dengan modal Rp8 juta. Sang pemilik, Arief Wirawangsadita mendirikan restoran ini sebagai bentuk dedikasi dan apresiasi bagi para ibu rumah tangga di zaman dahulu karena telah memperkaya ragam masakan Indonesia.

 

Saat membangun bisnis restoran Sunda ini, Arief rela berkelana ke pelosok desa di Jawa Barat demi mendapatkan racikan masakan desa yang tidak populer di pasaran.

Perjuangannya membuahkan hasil, di tahun 2011 omset rumah makan ini mencapai Rp50 juta per bulan. Sekarang, Arief telah memiliki 50 cabang yang tersebar di wilayah Indonesia. Bahkan usaha waralabanya ini telah berkembang hingga ke Malaysia, Singapura, Vancouver serta Seattle, Amerika Serikat.

You May Also Like